prolog

bersamaan dengan hari yang diawali satu sinaran fajar, kumasuki duniamu. mencari tempat duduk di jiwamu. jiwamu yang unik. dengan beragam kemelut dan jaring laba serta sarang burung. aku melihat air dan api bertarung diliuk angin. entahlah. aku merasa itu cahaya. ini aku. seseorang yang mengenal dirimu. mungkin lebih dalam dari dirimu, ibu dan ayahmu, atau teman-temanmu. yah, setidaknya aku terus berusaha mengenal dirimu. mengetahui perabot antik di jiwamu. getar-getar dari dipol-dipol yang berloncatan dan mengalir di neuronmu. detak jantungmu yang kadang kencang, kadang lemah. lalu hatimu yang begitu rapuh. izinkan aku datang. melakukan apa yang aku bisa untuk saling menambah wawasan denganmu. sebab aku yakin, kamulah cahaya. seperti namamu. aku ingin mengenalmu, setidaknya lebih dalam dari sekedar tahu bahwa namamu fajar fauzi hakim. hm?...selanjutnya

20150608

Dialog LXXXI: Dua Jalan Menuju Tomorrowland (Bag. 2/2)


interstellar dan tomorrowland memiliki banyak kemiripan sebagai film sci-fi, tapi sekilas keduanya menampilkan topik yang berlawanan: utopia dan distopia.

20150531

Dialog LXXX: Banyak Jalan Menuju Tomorrowland (Bag. 1/2)


niat beli nasi goreng dekat kantor, berakhir nyasar ke pvj -_- yah, mumpung belum nonton mad max di blitz. eh, udah ada tomorrowland! film ini udah saya tunggu sejak matt inman, kartunis theoatmeal.com, diwawancara terkait tesla untuk riset film ini. mad max ntar lagi deh.

kamu perlu lebih mengontrol diri dari aktivitas spontan yang menguras dompet. tapi yang ini kayaknya boleh.

filmnya boleh banget sih tapi agak sulit menangkap plotnya... 
*spoiler alert*

20141120

At The Hairdresser

tell me the mask i should wear today
the face that suitable for particular occasion
nevermind my true face
i've lost it anyway