20091106

Dialog LXX: Di Negeri Para Pencinta Keadilan

pulang malam, seperti biasa. malam yang kontras dengan siang. padatnya jalan di persimpangan diganti sepi. sepi dari pengemudi, sepi dari polisi. sepi... jalan kosong tak bertuan tanpa peraturan.


adalah kisah dari lembaga yang dijadikan ujung tombak pemberantasan korupsi, kpk. ini adalah babak saat ia dikerdilkan sebagai kaum cicak, dan lawan-lawannya dimetaforakan sebagai buaya yang buas dan biasanya jahat. entah mengapa, salah satunya harus besar dan salah satunya harus kecil. besar maupun kecil, konon dua-duanya sama-sama mandul dari dulu. kaum cicak konon kaum yang suka tebang pilih dan buaya-buaya konon suka berat sebelah.

hei, gimana bisa cicak nebang pohon!

er... entahlah... tapi yang jelas, meski banyak cicak di rumah, tetep aja nyamuknya banyak kalo malem -_-.

lalu malam yang tanpa peraturan itu ditembus begitu saja. peraturan dibuat agar aman. jika kita bisa memastikan keamanan di persimpangan, maka kita bisa menjadi hakim, atau presiden, yang memutuskan bahwa lampu merah wajib ditembus. sebagai tambahan, garis putih di persimpangan hanya dekorasi. tanpa ketuk palu tiga kali, semua menjadi hakim.

kasian yang bikin lampu dan ngecat garis itu...

dan koar-koar mahasiswa berdemo mendukung kaum cicak. yang tidak bisa demo berkoar di dalam kampus, memberikan suasana kampus yang asri. tokoh-tokoh gemuk mendukung kaum cicak. buaya-buaya merasa tersudut. yang orang-orang anggap sebagai lawannya didukung orang-orang yang tidak mau disebut binatang. kebetulan buaya di kolam maya hanya didukung oleh seorang brimob yang berucap tidak baik di facebook.

ini salah satu link nya http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2705498 ^_^ kasian dia... pelajaran bagi pengguna facebook untuk tidak mengapprove orang yang benar-benar tidak dikenal ke dalam friendlist.

jauh dari perempatan dengan lampu lalu lintas dan malam hari, 3 orang berjaket mahasiswa naik dalam satu motor, tanpa helm, hampir ditabrak. daftar hadir kuliah diisi oleh tandatangan mahasiswa yang tidak hadir. cakram-cakram berisi bajakan digelar di dekat kampus-kampus, berharap penghuni kampus membeli. dan memang dibeli, meski mungkin bukan penghuni kampus.

buaya-buaya masih bisa ngeles saat kaum cicak melancarkan pukulan lidah maut. penonton bersorak mencibir buaya. dukungan kepada kaum cicak semakin banyak. orang-orang mulai meninggalkan tradisi sabung ayam dan adu domba untuk menonton silat kadal.

sedangkan saya, menembus lampu kuning, telat kuliah, dan mendownload lagu bajakan. malas menonton silat kadal.

males atau ga ngerti? atau apatis?

bukannya mau apatis sih. tentu saya berharap babak kisah kaum kadal ini segera lewat. saat buaya masih sempat berpanasan di jalan dan menggerebek pabrik-pabrik narkoba, kaum cicak tak berdaya sama sekali. musim hujan sudah datang dan nyamuk-nyamuk segera berkeliaran.

er... ga ngerti soal musim hujan. atau kamu termasuk orang yang berprasangka bahwa kisah ini digunakan untuk mengalihkan perhatian terhadap kasus sebenarnya? (bank century or whatever lah itu..)

ga ikutan. tapi mungkin kisah ini terlu didramatisir oleh setiap bangsa kadal dan onyet-onyet gak ta'at aturan yang ikut nonton. mungkin memang seluruh aturan di jagat raya itu ga strict. mungkin memang ada kesepakatan yang tidak saya ketahui bahwa aturan itu harus dilanggar dalam situasi tertentu. mungkin memang pencontek saat ujian tetap wajib bekoar-koar minta keadilan. mungkin memang hukum, peraturan, dan keadilan itu tiga hal yang sangat berbeda.

tapi aku ga ikutan dalam hal-hal yang mungkin. ga ikutan lah pokoknya... mending nonton kartun.

-_-..... btw, baca ini: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2705546 lagi doyan ngaskus ^_^.

20091021

How Can Something Life Without Becoming A God?

impian terliarku adalah menjadi tuhan. tidak penting bagaimana aku disembah. karena menjadi tuhan adalah memiliki kehendak yang tidak satupun dapat ditahan. tidak ada suara rakyat yang bisa menandingi suaraku. karenanya segala hal akan berjalan sesuai keinginanku. segala sesuatu berasal dari hukumku. semua tunduk, mungkin tanpa harus mereka tahu bahwa mereka sedang tunduk. semua hal tertuju pada aku.


menjadi tuhan juga berarti sangat berkuasa untuk menguasi diri. aku akan menjadi seperti yang kuinginkan dengan hanya menginginkannya. aku akan menjadi seseorang yang paling bersyukur tanpa harus menahan perihnya kekurangan. tanpa bersabar. aku akan menjadi diri sendiri tanpa harus berbohong dan menderita. kita tahu, menjadi diri sendiri hanyalah dusta. semua orang menginginkan orang lain sama sepertinya, tanpa harus repot-repot bertoleransi. dengan menjadi tuhan, maka aku akan menjadi diri sendiri sepenuhnya.

aku bukan lagi manusia. semua hal yang berkaitan dengan sifat-sifat kemanusiaan sudah kubuang. tidak perlu lagi merasa dan berempati. tidak lagi terikat oleh jahat dan baik. tidak lagi berada dalam keraguan. tidak perlu lagi menahan rasa. sebab semua rasa, akal, dan usaha ada dalam kendali penuh. aku memiliki kendali penuh atas diriku.

energi abadi adalah aku. tidak ada rasa ngantuk dan lapar. energi abadi. yang mustahil dicapai manusia yang fana. yang tak mampu memakmurkan dunia karena keterbatasan energinya. tak ada mengeluh. tak ada yang bisa membuat lelah.

kuciptakan surga bagi diriku. tiada penderitaan bagiku dan bagi selain aku.

tidak memerlukan musuh maupun kawan.

tiada kepuasan di atasku. akulah puncak kepuasan manusia yang tidak ada habisnya. akulah syukur yang tanpa derita sabar.

akulah hati yang maha kuat dan maha besar.

namun di sini akulah manusia kecil. yang tidak mengetahui siapa dan di mana dirinya. juga tidak mengetahui kesulitan sebagai tuhan. mungkin memang tidak ada. namun tidak ada satupun yang dapat menjadi tuhan. sebab mungkin tuhan itu tidak ada. selain Allah. yang setiap nama-Nya kutulis, hati menjadi berat.

20090721

Dialog LXIX: In Inkscape I Stubbornly Trust


berawal dari kesadaran bahwa mendesain menggunakan produk ilegal, terutama untuk kepentingan finansial, itu tidak baik, maka saya mulai belajar mengoperasikan inkscape dan gimp. inkscape adalah software desain grafis berbasis vector, seperti corel draw. gimp dapat dikatakan padanan dari adobe photoshop. niat saya, jika saya sudah cukup mahir dan menghasilkan karya dengan software tersebut, saya akan mengajukan pelatihan grafik desain menggunakan inkscape dan gimp ke comlabs.

kemudian, saya diajak teman untuk mendesain publikasi dan perlengkapan untuk kegiatan asian cmd workshop. saya manfaatkan tugas ini untuk menghasilkan karya inkscape pertama.

bisakah saya? bisa. poster di atas adalah hasilnya. lebih dari itu, saya menemukan kelebihan dan kekurangan dari software ini:

kelebihan:

  • legal
  • gratis
  • open source
btw itu dah jelas kan?

ya, saya sebutkan yang jelas dulu saja. sebab bagi banyak orang, mungkin kelebihan inkscape, ya hanya itu saja.

kelebihan (part2):
  • dapat mengaplikasikan filter efek yang umum bagi bitmap pada gambar vector. misalnya, invert color dan blur.
  • dapat melakukan blurring langsung secara halus. hasilnya, lihat efek bayangan di bawah kubus molekul dan logo kegiatan pada poster. itu bukan efek shadow, tapi objek yang diberi warna abu-abu dan di-blur-kan. bahkan pilihan blur ini ada pada segmen yang sama dengan pengaturan warna objek dan opacity.
  • pengaturan allignment yang lebih lengkap. dapat memilih objek acuan dan lainnya.
  • tracing cukup cepat dan cukup baik. pada poster di atas, gambar lengan adalah hasil trace. hasilnya memang baik, namun kebetulan karena gambarnya memang cukup baik untuk di-trace. garis hitam dipinggir gambar tangan merupakan hasil dari tracing dengan mode edge detection.
  • path editing cukup baik.
  • pilihan daerah export cukup mudah dan baik.
  • koleksi warna cukup baik (lebih baik dari corel draw, lebih kurang dari adobe illustrator).
sedangkan untuk kekurangannya:
  • tidak bisa meng-copy objek dari satu dokumen inkscape ke dokumen inkscape lainnya!
  • hanya bisa meng-export dalam format .png!
  • berat! cukup membuat saya lupa kalau pernah stress karena corel draw yang lamban.
  • text editor cukup merepotkan.
  • lamban saat mengubah ukuran halaman.
  • pilihan dan pengaturan gradasi warna kurang dan merepotkan.
  • sekali lagi, pengaturan teks merepotkan dan agak lamban.
  • pilihan objek yang dapat dibuat lebih sedikit dibanding corel draw.
  • tool masking dan clipping-nya membingungkan. bisa dikatakan inkscape tidak bisa melakukan power clip seperti di corel draw.
  • shapingnya kadang-kadang tidak bisa dilakukan.
  • terdapat bug-bug kecil yang membuat tidak nyaman, misalnya objek yang sudah di-blur-kan tiba-tiba jadi tidak blur.
  • tool blend kurang nyaman digunakan dan opsinya kurang.
  • user interface kurang nyaman.
  • saya ulangi lagi, berat!
mungkin cuma belum terbiasa.

oke, sekarang kasusnya begini: kita ingin mencetak baligo berukuran 3m x 5.5m, dan kita harus mengubah format file dari format standar inkscape (.svg) ke format yang dapat dibaca komputer tukang cetak namun dengan kualitas gambar yang baik untuk mencetak sebesar baligo. masalah 1: inkscape hanya bisa export ke png. masalah 2: tukang cetak tidak bisa mencetak file yang terlalu besar. masalah 3: adobe illustrator maupun corel draw tidak dapat mengimport file .svg dengan baik. masalah umumnya terjadi saat menampilkan font atau objek yang blur.

jadi, solusinya adalah seperti ini: pertama di inkscape, perkecil gambar menjadi 1,5m x 2,75m, convert semua text menjadi path, hapus objek yang di-blur-kan, save sebagai file .pdf. ini memakan waktu sebab programnya memang lambat. kedua, buka file .pdf dengan adobe illustrator (saya menggunakan versi cs2), save sebagai .pdf dengan preset pdfx3 2002. ketiga, buka file .pdf yang terakhir dengan corel draw, lalu perbesar gambar ke ukuran aslinya (3m x 5,5m). dengan cara tersebut, desain kita dapat dibuka oleh corel draw tanpa cacat (kecuali warnanya yang menjadi agak berbeda). meng-export desain ke format apapun di corel draw pada ukuran seperti ini masih sangat memberatkan, namun setidaknya kita bisa memberikan file .cdr-nya kepada tukang cetak. rata-rata mereka punya corel draw x3 (kebanyakan bajakan tentunya).

saya akan mengupdate tulisan ini sebab rasanya banyak sekali kekurangan inkscape yang membuat saya tidak bisa merekomendasikan software ini untuk manusia. untuk yang ingin membuat desain cantik, saya lebih menganjurkan adobe illustrator. bagi yang ingin mendesain cepat dan fleksibel namun bagus, pakailah corel draw. kalau untuk alien yang ingin membuat desain untuk web atau publikasi non cetak boleh lah saya rekomendasikan inkscape. dan karena kadang saya merasa bukan manusia juga (mungkin alien atau android), saya akan memakainya lagi.

dan setidaknya, inkscape mengajarkan saya satu hal. bahwa desain yang bagus itu 13% skill, 27% ide, 50% kesabaran.

10% lagi?

golput. btw, ini sekalian promosi acaranya. klik gambar untuk informasi lebih jelas.
btw buat panitia asian cmd workshop, maaf kegiatannya jadi kelinci percobaan :p. tolong bantu sebarin posternya di facebook dan milis ya...