20090522

Dialog LXVIII: ***ta


[intro] d em 4x
mengalun padi-harmoni. sekarang pukul 22 lewat di tanggal 22 mei. hari yang tidak begitu biasa. melewati salah satu ujian dengan relatif lebih baik (yang satunya lagi lebih buruk). mendapat nasihat dari orang nomor satu di teknik fisika angkatan 2005. pertama kalinya mengunjungi lagi tempat nongkrong yang ditinggalkan lebih dari sebulan. beli tiket untuk nonton oz box fest. makan malam di luar sendiri lagi setelah lama tidak. browsing ga jelas, mengunjungi detik.com dan menemukan blog berjudul "haruskah c***a diperjuangkan…??" yang di post tanggal 22 mei dan sudah mendapat 22 comment. blog typical female bagiku, saya memang tak mengenal pemiliknya, namun saya rasa yang dia alami sama dengan yang dialami banyak perempuan di dunia. di blog itu, mengalun padi-harmoni.
d em
d em
saya anggap suatu pertanda bahwa saya harus menulis tentang kata-yang-disensor-di-blog-ini, c***a. nampaknya saya tidak begitu bisa. saya mempelajari dan memahaminya sebatas lewat pengalaman pribadi (karenanya bakal membocorkan banyak rahasia pribadi -_-). saya masih belajar. namun saya cukup mengerti bahwa itu adalah kata yang besar pertanggungjawabannya. untuk itu, saya kesampingkan Allah, Rasul, keluarga, dan saudara dari domain tulisan ini. untuk mereka, perlu suatu pembahasan khusus yang lebih berilmu dan hati - hati. untuk mereka, tulisan ini saya persembahkan. juga untuk setiap lelaki yang saya c**tai, juga perempuan.
d em
d em
kenapa lelaki ditulis di awal? -_-

panggil saya homo jika itu membuatmu senang -_- (saya bukan homo). namun kita telah menyepakati bahwa kepada lelaki lah perasaan itu pertama kali bersemayam.

lelaki itu pertama kali muncul di benakku sebagai anak nakal yang kelak akan saya musuhi. kemudian kami dekat, sehingga saya melupakan bagaimana caranya kami bisa sangat dekat. pada beberapa kejadian, saya membencinya. namun ada suatu perasaan hangat. yang meledak saat perpisahan itu. saat tangis remaja berteriak sekencang - kencangnya untuk pertama dan terakhir.

lelaki lainnya adalah seorang dengan kepribadian golongan darah b tulen. sedangkan saya adalah seorang dengan kepribadian glongan darah a tulen. karenanya mungkin secara natural kami berlawanan. namun mungkin juga berpasangan. saya membencinya. juga menganguminya sebagai orang yang sangat hebat. dan sedikit bangga disamping iri, bahwa orang hebat ini pernah tidur di seasrama dengan saya.
g a d
g a bm

g a d
g a em a
tapi kesepakatan bahwa mereka adalah c***a pertama kamu adalah kesepakatan akal. bukankah c***a adalah kesepakatan hati? bagaimana dengan perempuan - perempuan itu?

entah c***a atau bukan, namun mereka muncul tanpa saya rencanakan.

lelaki itu juga tidak direncanakan bukan?

memang, tapi kini saya ragu jika saya benar - benar pernah c***a pada perempuan. sulit melupakan perempuan tertentu memang 'penyakit' saya sejak 9 tahun lalu, hingga sekarang. selalu tersembunyi oleh keraguan yang bertambah dan berkurang. meski akhirnya ada yang cukup terlupa dan hilang bersama mayoritas perasaannya, namun ada yang tidak terlupa juga. ada pula yang saya ungkapkan dengan lugas dan jelas, namuntiba - tiba perasaan itu hilang juga.

Allah memang berkuasa untuk memunculkannya dan menghilangkannya dengan 'kun fa yakun'. namun biasanya memang berproses. dan tiap kali saya berada dalam lingkup perasaan ini dan berkenaan dengan perempuan, saya lebih sering kesakitan. ironisnya, salah satu hal yang paling menyakitkan adalah saat saya menyakiti seorang perempuan karena perasaan itu hilang. itulah salah satu latar belakang kenapa kini saya memilih untuk tidak menjalin hubungan perasaan dengan perempuan yang berbeda atau sama, saat ini, saya pikir saya akan sangat mudah menyakiti perasaan perempuan secara sengaja maupun tidak. saya rasa itu sangat dosa. itulah pula salah satu latar belakang keragu - raguan saya tentang setiap perasaan yang saya rasakan pada perempuan.


pertanggungjawaban kata c***a sangat besar (hingga disensor di sini -_-). mungkin aneh, katakan saja bahwa aqidah c***a saya cukup sama dengan kebanyakan orang, hanya beda madzhab fiqih. ketika iwan fals berkata 'aku c***a kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah', saya tidak yakin akan ada perempuan yang tidak tersakiti. namun setidaknya baru itu yang saya bisa, menc**tai saat ini, dan mungkin hilang nanti. saya masih belum paham. sebagai produk fana, mengapa ada cinta yang abadi bersama manusia yang fana.
d em
d em

saya lebih mantap untuk bergerak dalam c***a yang lebih global. saya, secara naif, percaya pada omong kosong yang berbunyi 'benci lebih mudah menyebar daripada c***a'. dan omong kosong lain yang berbunyi 'kebencian dan c***a pada seseorang akan menular pada orang - orang disekitar kita'. karenanya dengan mantap saya pernah mencoba menengahi pertengkaran dua orang gadis di tempat saya beraktivitas. bukan demi tanggung jawab sebagai pemegang jabatan yang berwenang. bukan tanggung jawab sebagai teman. namun usaha untuk 'tawashou bil marhamah' yang semoga bisa menebus dosa saya. usaha saya mungkin belum banyak, namun saya malah serasa jadi korban di antara perang kedua belah pihak.

don't meddle between fight of two chicks ^_^.

saya melihat bahwa salah satu omong kosong yang saya percayai nampaknya memang berlaku. saya mulai memahami hal - hal yang membuat israel dan palestina sulit berdamai (disamping isu agama). saya mulai memahami, bahwa memahami dan ikhlas menerima perbedaan satu sama lain adalah bagian dari sub-topik pelajaran c***a. lalu saya mula merasa harus mundur dari perselisihan ini karena lelah, saya menyerahkan perselisihan ini pada Allah. belajar memahami mereka berdua dan percaya bahwa mereka berdua pun sedang belajar memahami satu sama lain. sampai saat ini, jika mengetahui bahwa mereka belum baikan, entah mengapa batin saya sangat sakit. dan saya ada perasaan bahwa mereka membutuhkan perselisihan ini, bahwa mereka belum boleh berbaikan karena belum siap. aneh. namun saya berharap, betapa indahnya saat mereka bisa menc***a.
d em
d em

ya... sampai saat ini sih belum ada pelajaran lain mengenai c***a. cukup melelahkan untuk dipelajari. toh saya juga belum tentu menc**tai diri sendiri. pada suatu waktu mungkin saya akan terlupa sebagian materi, atau memperbaharui pemahaman yang sudah saya ingat.

mengapa harus c***a? tidak cin**?

pingin aja.

bagaimana kalau cin*a?

rasis? jangan de -_-.

atau *i*t*

it? information technology?

kalau ***ta ***ta ***ta?

ta? te-a? tugas akhir? argh! yah ta memang sesuatu yang ingin segera saya kerjakan meskipun tahu penderitaan orang - orang yang mengerjakan ta.

oh ya? seperti ***ta dong, kamu harus melaluinya meski tahu penderitaan orang - orang yang mengalaminya (secara kamu lebih banyak deket dengan orang dengan cerita patah hati daripada kisah sukses).

haaaah???
g a d
kau membuatku mengerti hidup ini
g a bm
kita terlahir bagai selembar kertas putih
g a d
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
g a em
dan terwujud harmony
g a d
g a bm g a
(sebagai lanjutannya, suatu saat kita akan berbincang tentang seorang bocah 4 tahun lalu, dan ***ta ^_^)
[end] d g
g d …x
lirik dan kord diambil dari: http://gudanglagu.com/p/padi/padi-harmony/?cp=all
gambar diambil dari: http://xkcd.com

20090516

Dialog LXVII: The Intensive Clean Up

dengan dibantu ibu dan kakak, akhirnya saya berhasil membereskan kamar dengan predikat cukup memuaskan -_-. kegiatan yang melelahkan, mencakup tata ulang, menyapu dan mengepel lantai, mengganti ranjang (kini ga ada lagi teralis di atas ranjang, sekarang saya tidur dia atas teralis itu -_-), dan lainnya. untuk semua itu, butuh hampir 4 hari intensif. selama itu, ga bisa internetan -_-.

4 hari intensif, termasuk kegiatan tidur, kuliah, baca komik, dan nonton tv -_-. belum ditambah waktu jeda antara mulai ngacak – ngacak kamar sampai mulai ‘benar – benar’ beres – beres yang kira – kira berjeda seminggu lebih.

err… itu menunggu mood -_- habisnya obeng yang dipakai buat ngebongkar ranjang malah rusak. tapi ada 2 hal yang saya catat dari beres – beres kali ini.

membuang kenangan
bukan mengangkat barang – barang berat yang paling melelahkan, melainkan berurusan dengan dokumen – dokumen lama dan barang – barang kenangan. kamar saya sekaligus berperan sebagai gudang kenangan dan kertas – kertas yang saya tumpuk sejak 2005. tingkat kegudangannya memang pernah dikurangi pada beres – beres sebelumnya (mungkin lebih dari setahun yang lalu). namun masih perlu dibereskan.

sebenarnya apa yang membuat cape? a) teringat kenangan lama (yang rata-rata buruk) b) membuang kenangan c) memilih antara menyimpan atau membuang ratusan kertas dan dokumen

d) teringat bahwa banyak kuliah yang belum lulus dan yang udah lulus pun seakan tidak berbekas ^_^ sedangkan kamu menyadari bahwa meski kuliah yang sudah lulus dan terlupa itu penting untuk dipelajari lagi, kamu tidak mungkin sempat untuk mempelajarinya lagi sehingga merasa agak percuma kuliah di itb

d’oh! btw emang penting ya menyimpan barang – barang kenangan?

proses kreatif

mungkin saya mewarisi gen kreatif dari ibu meski tidak mewarisi gen rapih nya -_-.

jadi gen tidak rapih dan tidak sabarannya dari mana?

err entah, mungkin bentukan lingkungan. namun, dengan gen yang diwarisi dari ayah dan ibu, saya mulai menyadari bahwa saya memang kreatif. dan dengan itu, saya mengolah calon sampah dan beberapa benda kenangan menjadi barang yang agak bermanfaat.

ini juga berkat kekuatan dari ‘ingin hemat’, ‘sok-sokan’, ‘ga ingin banyak nyimpen bahan kreatif yang berpotensi jadi sampah’, dan ‘ga punya modal’.

-_- tambah lagi, ini terinspirasi juga dari temen waktu di da yang sangat suka membuat kerajinan tangan yang unik dengan bahan – bahan unik ^_^.

tempat alat tulis, bahan – bahan:
  • bekas botol aqua ukuran sedeng, dipotong setengah
  • bekas botol vit ukuran sedeng, dipotong setengah
  • kertas kado bekas kado ultah saya yang ke 18 (atau 19? atau 20?) dari teh ranti
  • rapia bekas. kemungkinan besar potongan bekas tali rapia yang dipakai buat ngiket nametag oskm 2005. nametagnya masih disimpan tapi talinya kepanjangan, jadi dipotong
  • tutup kalkulator yang kalkulatornya entah kemana
wadah barang kecil, bahan – bahan:
  • kertas daur ulang. beli di balubur, yang gede sekitar 4500 perak. ini tadinya buat bungkus kado buat temen, tapi bagian yang ini agak gagal, jadi ga dipakai buat bungkus kado. tapi masih agak bagus.
  • rapia yang sama dengan rapia sebelumnya -_-
  • bungkus ‘gt-man’ dipotong miring -_-
toolbox, bahan – bahan:
  • bekas wadah sepatu entah sepatu apa punya siapa, plus tutupnya
  • tutup wadah sepatu yang lain (wadah nya dah dipakai buat yang lain, iseng aja, biar ga jadi sampah, jadi alas wadah utama)
  • kertas minyak yang masih disimpan tergulung sejak tpb, kayaknya buat dibikin jadi sampul buat modul praktikum kimia dasar. sudah berdebu dan ada sarang laba – laba dikit. ga inget kalau pernah dipakai sebelumnya. kertas minyak ini digunakan buat ngebungkus wadah. gara – gara males nyimpennya, kertas minyak ini dihabiskan dan dipaksakan buat ngebungkus wadah sepatu plus tutupnya meski kelebihan (terutama ditutupnya, yang jadi alas juga)-_-
ditambah bantuan lem uhu, lem kertas, hekter, cutter, gunting, penggaris besi, plus barang – barang yang disimpan sejak tpb buat ngisi wadahnya (sebagian merupakan barang temuan entah dari mana).

voila.

hiasan ga jelas, bahan – bahan:
  • bungkus bekas mouse -_-
  • kartu identitas comlabs -_-
  • potongan huruf ‘m’ dari keyboard laptop (dah ga bisa dipakai, kalau dipasang malah mengganggu)
taruh – taruh pasang – pasang, voila -_-

yang selanjutnya adalah proses kreatif yang agak mahal, bahan – bahannya kebanyakan beli -_-.

dan dibelinya ada yang hampir setahun yang lalu ^_^ (niat bikinnya sejak itu).

diary (catatan: kalau ada yang nemu barang ini, mohon hargai saya untuk tidak membaca isinya -_-), bahan – bahan:
  • dupleks (beli di gunung agung ciwalk, waktu mau nonton laskar pelangi bareng keluarga -_-)
  • kertas daur ulang (beli di balubur, bareng sama buat yang wadah)
  • kertas looseleaf 500 lembar 2 bungkus (kalau ga salah belinya di ganesha stationery)
  • hiasan daun (di gunung agung ciwalk)
  • bulu unggas, mungkin bulu gagak (mungut di hutan waktu jalan ke curug malela bareng anak – anak comlabs)
  • tali entah bekas apa dan mungut dari mana. tadinya sudah beli tali jerami (beli di gunung agung), tapi waktu bikin tali jeraminya hilang (sekarang sudah ketemu)
notes kecil, bahan – bahan:
  • kertas looseleaf kecil 2 bungkus. entah belinya di ganesha stationery atau gunung agung ciwalk, tapi ternyata looseleaf yang satu dan yang lain lubangnya ga sama posisinya -_- pas mau dikasih tali jadi agak susah.
  • kertas daur ulang, yang ini dibeli di gunung agung ciwalk. awalnya semua kertas daur ulang saya beli di ciwalk, tapi karena salah potong, jadinya beli lagi. kualitas kertas yang ini jauh lebih baik, teksturnya lebih rapih dan kertasnya terasa lebih padat. namun kertas seperti ini tidak ditemukan lagi di gunung agung ciwalk saat saya ingin membeli yang baru. akhirnya untuk kertas yang lain saya beli dari balubur yang kalau tidak salah lebih murah.
  • hiasan daun, sisa dari ngehias kado buat temen (juga dibeli dari gunung agung ciwalk, btw kenapa saya jadi promosi gini???)
  • tali yang mungkin bekas nametag dan entah mungut dari mana.
ditambah bantuan lem uhu, lem kertas, cutter, penggaris besi, plus kunci l kecil, kunci l yang lebih besar, paku pin (buat bikin lubang di sampul agar bisa masukin tali). voila.

hiasan daun dan bulu agak sulit ditempelkan. untuk menjaga keindahannya, lem cuma dilumuri di batang bulu dan urat utama daun, juga sebagian ujung dan tepinya. tadinya saat diberi lem, kesannya jadi jelek, tapi setelah kering, jadi terlihat lebih baik. sebenarnya masih khawatir kalau – kalau hiasannya lepas. mungkin perlu diberi sampul plastik. ikatan tali sepertinya masih rentan terlepas. tapi lumayan lah.

overall, beginilah kamar saya sekarang -_- (pinginnya sih difoto panoramik, cuman ga bisa tekniknya -_-).

lebih cerah tanpa ada barang yang menghalangi dinding memantulkan cahaya dari jendela. juga terasa lebih luas tanpa kardus atau barang – barang yang membuat kamar jadi gudang… dan oh ya, tanpa buku satupun -_- rencananya buku mau disimpan di rak sebagai perpustakaan rumah.

kamar sudah dirapihkan. seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk menjadi produktif. tapi sepertinya telat. ini sudah akhir semester -_- agh!

20090513

Reactable

12 Februari 2008, Bjork, penyanyi asal Eslandia (Iceland) yang terkenal dengan musiknya yang sangat unik, menjadikan Jakarta sebagai bagian dari tur konser promo album terbarunya, “Volta”. Dalam konser tersebut, Bjork membawa serta reactable sebagai instrumen pengiring musiknya. Mungkin, itulah untuk pertamakalinya reactable digunakan di Indonesia.

Reactable memang instrumen musik elektrik yang sangat baru. Mulai dikembangkan tahun 2003 di Pompeu Fabra University di kota Barcelona, reactable baru diperkenalkan pada konser publik International Computer Music Conference 2005 di kota yang sama. Video demo reactable telah ada di YouTube sejak 2006 dan Bjork mulai membuatnya semakin populer dengan menyertakannya pada konser tur promo album “Volta” pada 2007. Reactable memang sepenuhnya instrumen elektrik layaknya gitar elektrik maupun keyboard elektrik. Keunikannya adalah kemampuannya untuk menghasilkan dan menggabungkan berbagai jenis sinyal sura serta mengkonfigurasinya layaknya turntable (instrumen yang digunakan oleh Disc Jockey) atau mungkin lebih mirip dengan synthesizer.

Layar sentuh berupa lingkaran berdiameter 90 cm yang menjadi ‘meja’ atau dasar dari instrument tersebut dalam memainkan musik juga menampilkan presentasi dari suara yang dihasilkan secara menarik dan interaktif. Suara yang dihasilkan dan presentasinya beraksi terhadap objek khusus yang diletakan di atas meja maupun sentuhan jari pada meja. Sentuhan jari dapat memutus sinyal suara dengan gerakan jari melewati presentasi sinyal.

Objek khusus pada reactable ini merupakan interface untuk menghasilkan berbagai sinyal seperti sinyal kotak maupun memanipulasi sinyal seperti low pass filter. Objek – objek ini dapat berinteraksi satu sama lain di atas layar dan interaksi ini juga dipresentasikan pada layar. Posisi objek pada layar juga berpengaruh pada sinyal suara yang dihasilkan dan efeknya pada objek lain. Misalnya, dengan merotasi objek pada layar, kita dapat mengatur frekuensi dari sinyal yang dihasilkan objek tersebut. Tabel di bawah ini merupakan daftar fungsi - fungsi yang dihasilkan tiap objek.

Desain bentuk, warna, dan simbol yang tergambar pada objek membedakan fungsi tiap objek. Namun, bukan itu yang membuatnya menghasilkan sinyal atau manipulasi sinyal tertentu. Pada tiap objek, terdapat suatu pola titik hitam dan putih pada satu atau lebih sisi. Pola ini disebut fiducial.
Pola ini akan menghadap ke layar tiap kali objek digunakan. Di bawah layar, tepat di tengahnya, terdapat kamera yang mengarah ke atas layar dan merekam setiap posisi dari pola pada layar, jaraknya terhadap pola lain, dan juga pergerakannya. Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan teknologi reacTIVision yang memang menjadi basis dari pengembangan reactable. Informasi yang didapat ini kemudian menjadi data yang diolah untuk menghasilkan suara pada speaker. Data juga diolah dan dikirim menuju sebuah proyektor yang dipasang di bawah layar untuk menampilkan presentasi sinyal suara yang dihasilkan pada layar.

Proses synthesizing dilakukan oleh software FMOL. Software synthesizer ini dapat memanipulasi hingga 6 channel sinyal secara bersamaan. FMOL dapat menggabungkan sinyal – sinyal dan mengatur volume serta frekuensinya. Sinyal – sinyal yang telah diproses direpresentasikan dalam grafis yang membuat kita lebih mudah memahami parameter – parameter dari sinyal tersebut dan suara yang dihasilkannya. Uniknya, software ini dapat dioperasikan dengan menggeser representasi grafis dari sinyal yang dihasilkan lewat mouse. Reactable dapat dikatakan mengganti input data yang diperoleh dari mouse dengan sistem reacTIVIsion.

Reactable dapat dimainkan oleh seorang pemain maupun oleh banyak orang. Tentunya diperlukan sense yang tepat untuk dapat menghasilkan musik yang bagus. Namun musik yang dihasilkan reactable, menurut saya, hanya terbatas pada music electronic, dance, atau disco yang tidak begitu banyak digemari, khususnya di Indonesia. Namun dengan sedikit manipulasi pada tingkat software untuk memanipulasi data yang dihasilkan oleh reacTIVIsion dan rekayasa pada synthesizer, kita dapat mengubah sinyal yang dihasilkan menjadi suara dengan warna musik tradisional misalnya. Kit pengembangan software untuk reactable merupakan open source software sehingga dapat dikembangkan secara bebas baik untuk kalangan akademik, komersial, maupun sekedar untuk hobi. Karenanya, kesempatan tebuka lebar bagi kita untuk dapat mengembangkannya.

Berikut ini demo dari penggunaan reactable.

referensi:
www.reactable.com
www.youtube.com
www.howstuffworks.com
"The reacTable: Exploring the Synergy between Live Music" Performance and Tabletop Tangible Interfaces, Sergi Jordà, Günter Geiger, Marcos Alonso, Martin Kaltenbrunner, Music Technology Group, Pompeu Fabra University