20091115

Dialog LXXI: This Saturday Night's Poem

dengarkan, pelajar

sarungkan penamu
tintanya lelah mengalir
seperti matamu yang lelah oleh monitor

istirahatkan pikiran, tidak untuk lengah

kita tahu aku telah banyak tertidur
menyesalkan orang berlari sampai jauh
jika lebih diam lagi aku akan tertinggal
pecundang yang berdiri sendiri

belakangan kamu bersemangat
suatu perasaan yang hebat
dengan perasaan tersebut
mungkin tidak perlu lagi cinta

jalanan padat, langit bersorak
orang bersenang-senang tanpa aku
lalu akan tetap begitu
aku bukan bagian dari mereka

aku belum mandiri untuk bersenang
aku masih pemuda yang butuh berjuang
belum tiba menebus rindu keluarga
belum tiba keniscayaan berkeluarga

aku melihat lewat matamu
dunia di sekitar kita bergolak
hubungan terjalin dan terputus
menjadi kabar yang mengarahkan aliran hidup

malam yang mengurangi hidup
sebagian kau buang
separuh disisihkan
untuk istirahat yang tak santai

sesekali tutuplah penamu
bukakan mata dan hati

20091106

Dialog LXX: Di Negeri Para Pencinta Keadilan

pulang malam, seperti biasa. malam yang kontras dengan siang. padatnya jalan di persimpangan diganti sepi. sepi dari pengemudi, sepi dari polisi. sepi... jalan kosong tak bertuan tanpa peraturan.


adalah kisah dari lembaga yang dijadikan ujung tombak pemberantasan korupsi, kpk. ini adalah babak saat ia dikerdilkan sebagai kaum cicak, dan lawan-lawannya dimetaforakan sebagai buaya yang buas dan biasanya jahat. entah mengapa, salah satunya harus besar dan salah satunya harus kecil. besar maupun kecil, konon dua-duanya sama-sama mandul dari dulu. kaum cicak konon kaum yang suka tebang pilih dan buaya-buaya konon suka berat sebelah.

hei, gimana bisa cicak nebang pohon!

er... entahlah... tapi yang jelas, meski banyak cicak di rumah, tetep aja nyamuknya banyak kalo malem -_-.

lalu malam yang tanpa peraturan itu ditembus begitu saja. peraturan dibuat agar aman. jika kita bisa memastikan keamanan di persimpangan, maka kita bisa menjadi hakim, atau presiden, yang memutuskan bahwa lampu merah wajib ditembus. sebagai tambahan, garis putih di persimpangan hanya dekorasi. tanpa ketuk palu tiga kali, semua menjadi hakim.

kasian yang bikin lampu dan ngecat garis itu...

dan koar-koar mahasiswa berdemo mendukung kaum cicak. yang tidak bisa demo berkoar di dalam kampus, memberikan suasana kampus yang asri. tokoh-tokoh gemuk mendukung kaum cicak. buaya-buaya merasa tersudut. yang orang-orang anggap sebagai lawannya didukung orang-orang yang tidak mau disebut binatang. kebetulan buaya di kolam maya hanya didukung oleh seorang brimob yang berucap tidak baik di facebook.

ini salah satu link nya http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2705498 ^_^ kasian dia... pelajaran bagi pengguna facebook untuk tidak mengapprove orang yang benar-benar tidak dikenal ke dalam friendlist.

jauh dari perempatan dengan lampu lalu lintas dan malam hari, 3 orang berjaket mahasiswa naik dalam satu motor, tanpa helm, hampir ditabrak. daftar hadir kuliah diisi oleh tandatangan mahasiswa yang tidak hadir. cakram-cakram berisi bajakan digelar di dekat kampus-kampus, berharap penghuni kampus membeli. dan memang dibeli, meski mungkin bukan penghuni kampus.

buaya-buaya masih bisa ngeles saat kaum cicak melancarkan pukulan lidah maut. penonton bersorak mencibir buaya. dukungan kepada kaum cicak semakin banyak. orang-orang mulai meninggalkan tradisi sabung ayam dan adu domba untuk menonton silat kadal.

sedangkan saya, menembus lampu kuning, telat kuliah, dan mendownload lagu bajakan. malas menonton silat kadal.

males atau ga ngerti? atau apatis?

bukannya mau apatis sih. tentu saya berharap babak kisah kaum kadal ini segera lewat. saat buaya masih sempat berpanasan di jalan dan menggerebek pabrik-pabrik narkoba, kaum cicak tak berdaya sama sekali. musim hujan sudah datang dan nyamuk-nyamuk segera berkeliaran.

er... ga ngerti soal musim hujan. atau kamu termasuk orang yang berprasangka bahwa kisah ini digunakan untuk mengalihkan perhatian terhadap kasus sebenarnya? (bank century or whatever lah itu..)

ga ikutan. tapi mungkin kisah ini terlu didramatisir oleh setiap bangsa kadal dan onyet-onyet gak ta'at aturan yang ikut nonton. mungkin memang seluruh aturan di jagat raya itu ga strict. mungkin memang ada kesepakatan yang tidak saya ketahui bahwa aturan itu harus dilanggar dalam situasi tertentu. mungkin memang pencontek saat ujian tetap wajib bekoar-koar minta keadilan. mungkin memang hukum, peraturan, dan keadilan itu tiga hal yang sangat berbeda.

tapi aku ga ikutan dalam hal-hal yang mungkin. ga ikutan lah pokoknya... mending nonton kartun.

-_-..... btw, baca ini: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2705546 lagi doyan ngaskus ^_^.

20091021

How Can Something Life Without Becoming A God?

impian terliarku adalah menjadi tuhan. tidak penting bagaimana aku disembah. karena menjadi tuhan adalah memiliki kehendak yang tidak satupun dapat ditahan. tidak ada suara rakyat yang bisa menandingi suaraku. karenanya segala hal akan berjalan sesuai keinginanku. segala sesuatu berasal dari hukumku. semua tunduk, mungkin tanpa harus mereka tahu bahwa mereka sedang tunduk. semua hal tertuju pada aku.


menjadi tuhan juga berarti sangat berkuasa untuk menguasi diri. aku akan menjadi seperti yang kuinginkan dengan hanya menginginkannya. aku akan menjadi seseorang yang paling bersyukur tanpa harus menahan perihnya kekurangan. tanpa bersabar. aku akan menjadi diri sendiri tanpa harus berbohong dan menderita. kita tahu, menjadi diri sendiri hanyalah dusta. semua orang menginginkan orang lain sama sepertinya, tanpa harus repot-repot bertoleransi. dengan menjadi tuhan, maka aku akan menjadi diri sendiri sepenuhnya.

aku bukan lagi manusia. semua hal yang berkaitan dengan sifat-sifat kemanusiaan sudah kubuang. tidak perlu lagi merasa dan berempati. tidak lagi terikat oleh jahat dan baik. tidak lagi berada dalam keraguan. tidak perlu lagi menahan rasa. sebab semua rasa, akal, dan usaha ada dalam kendali penuh. aku memiliki kendali penuh atas diriku.

energi abadi adalah aku. tidak ada rasa ngantuk dan lapar. energi abadi. yang mustahil dicapai manusia yang fana. yang tak mampu memakmurkan dunia karena keterbatasan energinya. tak ada mengeluh. tak ada yang bisa membuat lelah.

kuciptakan surga bagi diriku. tiada penderitaan bagiku dan bagi selain aku.

tidak memerlukan musuh maupun kawan.

tiada kepuasan di atasku. akulah puncak kepuasan manusia yang tidak ada habisnya. akulah syukur yang tanpa derita sabar.

akulah hati yang maha kuat dan maha besar.

namun di sini akulah manusia kecil. yang tidak mengetahui siapa dan di mana dirinya. juga tidak mengetahui kesulitan sebagai tuhan. mungkin memang tidak ada. namun tidak ada satupun yang dapat menjadi tuhan. sebab mungkin tuhan itu tidak ada. selain Allah. yang setiap nama-Nya kutulis, hati menjadi berat.