Dirapel singkat aja biar ga ngabisin waktu buat bikin tulisan yang ga akan dibaca lagi bahkan oleh sendiri. Yah, memang ada gunanya latihan nyusun kata dan pikiran dengan nulis. Namun, ada cara lain yang lebih ngaruh dan bisa barengan dengan target lain. Singkatnya, waktu itu terbatas. Soal prioritas. Dan kayaknya kamu lambat ya nyadarnya. Jadi, ngapain aja tahun ini. Sayangnya, kurang kerasa monumental. Beberapa momen tergolong "life-changing" sih. Yah, tidak sesuai ekspektasi. Ekspektasi yang terlalu ideal? Mungkin kamu baru tahu aja kalau proses itu lama kayak gini. Betul, sih. Secara umum, tahun ini aku "double-down" soal jadi programmer game. Banyak ngulik Godot dengan ngikutin game jam dan ikut pelatihan. Lalu datanglah itu peristiwa 9/11. "Caffeine Poisoning." Lol. Don't "Lol" that. Itu ngaruh ke mental, aktivitas, dan fisik. Selanjutnya, tentu saja perbaikan rumah. Selalu ada tiap tahun. Punya rumah itu mahal. Kali ini aku mau nyisip...
Gedung ITB Innovation Park Technopolis seberang kantor Agate. 'Kusen' luarnya kayak gelombang radar. Sedang dalam pengaruh kafein. Mulai pudar setelah jalan-jalan ga jelas di Chiwalk, tarik napas, dan minum air putih sedikit. Nitro Coffee ZR Cafe anjeng. Mantap. Tapi bangsat. Bung. Bahasa, Bung. Maaf, pengaruh kafein bikin hati berdebar. Hanya ini yang bisa mengulang rasa patah hati. Namun, tanpa pemanis berupa sisa rasa berharap bekas obsesi asmara. Kondisi kamu seperti ini, mau nulis? Keburu lupa. Yah, aku gak akan detail lagi sih. 2025 ini lebih buruk. Sedikit yang kuingat juga lumayan. Bulan ini aku masih ada kontrak kerjaan Unity dengan Lunar Interactive. Bayarannya lumayan. Selain itu, aku mencoba melamar ke Wisageni Studio di Jogja. Kebayang-bayang kalau pindah ke sana. Namun, saat tes teknis programming... aku kewalahan dan menyerah di akhir batas pengumpulan tugas. Sedikit hal yang menarik, saat menunggu soal tes datang, aku mencoba demo game K-Pop Idol Stories, game m...