Skip to main content

Menyair di 40 Km/jam

aku temui pagi dengan pemandangan yang berganti-ganti tiap detik. satu detik, beberapa meter terlampaui. udara pagi yang sejuk kian akrab dengan knalpot. hingga sampah-sampah busuk yang menumpuk menyemarakkan udara dari simpang jalan layang hingga atas jalan layang. aku hampir muntah. dari atas jalan layang aku lihat mentari perak tertutup awan. bersembunyi mengawasi pagi dan lika-liku kehidupan orang yang mengejar pukul tujuh teng.

bekerja. menyumbang kehidupan dengan kehidupan. menyebar, memadat di pinggir-pinggir jalan hingga tengah-tengah jalan. kelak nanti, hari akan siang. bumi akan memanas bersama rakyat, tanah, dan pepohonannya. sepeda motor akan berjalan cepat, angkot akan berhenti mendadak, dimanapun, taksi akan angkuh menyalakan klakson, dan busway di jakarta akan dilempari batu, dipukuli kayu, dan digulingkan buruh; dirusak oleh orang-orang yang memanas. air tanah mengering dan hutan menggersang, mengerang. pohon-pohon dan emas hilang bersama-sama. minyak bumi diolah menjadi ban. lalu dibakar oleh para demonstran, menghasilkan racun dari jiwa yang teracuni. aku mengecil dan menciut dalam ketakutan dan kepanasan. aku bersyukur, pagi ini dingin. dalam terpaan angin yang kencang melebihi laju motorku, aku biarkan puluhan mobil dan motor mendahuluiku. lalu aku melamun tentang pagi yang dingin di bumi yang memanas.

Comments

Popular posts from this blog

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LXXX: Banyak Jalan Menuju Tomorrowland (Bag. 1/2)

niat beli nasi goreng dekat kantor, berakhir nyasar ke pvj -_- yah, mumpung belum nonton mad max di blitz. eh, udah ada tomorrowland! film ini udah saya tunggu sejak matt inman, kartunis theoatmeal.com, diwawancara terkait tesla untuk riset film ini . mad max ntar lagi deh. kamu perlu lebih mengontrol diri dari aktivitas spontan yang menguras dompet. tapi yang ini kayaknya boleh. filmnya boleh banget sih tapi agak sulit menangkap plotnya...   *spoiler alert*