Skip to main content

Dialog LVI: Warming Up

bener nih posting hanya pemanasan? bagaimana kalau membuat sesuatu yang menarik... puisi misalnya.

meski suasana hati sedang begitu mellow nampaknya belum begitu siap untuk benar-benar menulis.

mellow karena merasa bertampang tua tapi ga dewasa? ^_^

mungkin -_- di satu sisi tampang tua ini mengatakan pada saya 'besikaplah teguh, kuat, dan wibawa, seperti orang dewasa'. tapi hati ga bisa ditipu. saat menderita, ya perih sekujur jiwa. entah kenapa bisa menderita seperti ini. entah apa yang kutakutkan. apakah ini karena harapan yang muncul saat mengejar pertanda?

beberapa minggu ini kamu seperti sibuk membaca dan mencari makna dari sesuatu yang kamu anggap pertanda. sudah lelah? coba cari dulu edisi lengkap dari buku coelho yang itu.

yup, mungkin di palasari ada. buku cetakan baru itu katanya memang tidak lengkap. padahal sudah khatam pas Ramadhan kemarin. btw saat ini petunjuknya adalah '12' (bagi yang memiliki infomasi menarik seputar angka 12, tolong beritahu saya). selanjutnya entah apa lagi yang akan muncul.

Comments

Popular posts from this blog

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LXXX: Banyak Jalan Menuju Tomorrowland (Bag. 1/2)

niat beli nasi goreng dekat kantor, berakhir nyasar ke pvj -_- yah, mumpung belum nonton mad max di blitz. eh, udah ada tomorrowland! film ini udah saya tunggu sejak matt inman, kartunis theoatmeal.com, diwawancara terkait tesla untuk riset film ini . mad max ntar lagi deh. kamu perlu lebih mengontrol diri dari aktivitas spontan yang menguras dompet. tapi yang ini kayaknya boleh. filmnya boleh banget sih tapi agak sulit menangkap plotnya...   *spoiler alert*