Skip to main content

Dialog LXXI: This Saturday Night's Poem

dengarkan, pelajar
sarungkan penamu
tintanya lelah mengalir
seperti matamu yang lelah oleh monitor

istirahatkan pikiran, tidak untuk lengah

kita tahu aku telah banyak tertidur
menyesalkan orang berlari sampai jauh
jika lebih diam lagi aku akan tertinggal
pecundang yang berdiri sendiri

belakangan kamu bersemangat
suatu perasaan yang hebat
dengan perasaan tersebut
mungkin tidak perlu lagi cinta

jalanan padat, langit bersorak
orang bersenang-senang tanpa aku
lalu akan tetap begitu
aku bukan bagian dari mereka

aku belum mandiri untuk bersenang
aku masih pemuda yang butuh berjuang
belum tiba menebus rindu keluarga
belum tiba keniscayaan berkeluarga

aku melihat lewat matamu
dunia di sekitar kita bergolak
hubungan terjalin dan terputus
menjadi kabar yang mengarahkan aliran hidup

malam yang mengurangi hidup
sebagian kau buang
separuh disisihkan
untuk istirahat yang tak santai

sesekali tutuplah penamu
bukakan mata dan hati

Comments

Chron said…
suka bikin puisi juga....
kadang-kadang, kalau tiba-tiba jadi mellow

Popular posts from this blog

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LXXX: Banyak Jalan Menuju Tomorrowland (Bag. 1/2)

niat beli nasi goreng dekat kantor, berakhir nyasar ke pvj -_- yah, mumpung belum nonton mad max di blitz. eh, udah ada tomorrowland! film ini udah saya tunggu sejak matt inman, kartunis theoatmeal.com, diwawancara terkait tesla untuk riset film ini . mad max ntar lagi deh. kamu perlu lebih mengontrol diri dari aktivitas spontan yang menguras dompet. tapi yang ini kayaknya boleh. filmnya boleh banget sih tapi agak sulit menangkap plotnya...   *spoiler alert*