Skip to main content

Posts

Dialog LXXI: This Saturday Night's Poem

dengarkan, pelajar sarungkan penamu tintanya lelah mengalir seperti matamu yang lelah oleh monitor istirahatkan pikiran, tidak untuk lengah kita tahu aku telah banyak tertidur menyesalkan orang berlari sampai jauh jika lebih diam lagi aku akan tertinggal pecundang yang berdiri sendiri belakangan kamu bersemangat suatu perasaan yang hebat dengan perasaan tersebut mungkin tidak perlu lagi cinta jalanan padat, langit bersorak orang bersenang-senang tanpa aku lalu akan tetap begitu aku bukan bagian dari mereka aku belum mandiri untuk bersenang aku masih pemuda yang butuh berjuang belum tiba menebus rindu keluarga belum tiba keniscayaan berkeluarga aku melihat lewat matamu dunia di sekitar kita bergolak hubungan terjalin dan terputus menjadi kabar yang mengarahkan aliran hidup malam yang mengurangi hidup sebagian kau buang separuh disisihkan untuk istirahat yang tak santai sesekali tutuplah penamu bukakan mata dan hati

Dialog LXX: Di Negeri Para Penc***a Keadilan

pulang malam, seperti biasa. malam yang kontras dengan siang. padatnya jalan di persimpangan diganti sepi. sepi dari pengemudi, sepi dari polisi. sepi... jalan kosong tak bertuan tanpa peraturan. adalah kisah dari lembaga yang dijadikan ujung tombak pemberantasan korupsi, kpk. ini adalah babak saat ia dikerdilkan sebagai kaum cicak, dan lawan-lawannya dimetaforakan sebagai buaya yang buas dan biasanya jahat. entah mengapa, salah satunya harus besar dan salah satunya harus kecil. besar maupun kecil, konon dua-duanya sama-sama mandul dari dulu. kaum cicak konon kaum yang suka tebang pilih dan buaya-buaya konon suka berat sebelah. hei, gimana bisa cicak nebang pohon! er... entahlah... tapi yang jelas, meski banyak cicak di rumah, tetep aja nyamuknya banyak kalo malem -_-. lalu malam yang tanpa peraturan itu ditembus begitu saja. peraturan dibuat agar aman. jika kita bisa memastikan keamanan di persimpangan, maka kita bisa menjadi hakim, atau presiden, yang memutuskan bahwa lampu merah waj...

How Can Something Life Without Becoming A God?

impian terliarku adalah menjadi tuhan. tidak penting bagaimana aku disembah. karena menjadi tuhan adalah memiliki kehendak yang tidak satupun dapat ditahan. tidak ada suara rakyat yang bisa menandingi suaraku. karenanya segala hal akan berjalan sesuai keinginanku. segala sesuatu berasal dari hukumku. semua tunduk, mungkin tanpa harus mereka tahu bahwa mereka sedang tunduk. semua hal tertuju pada aku. menjadi tuhan juga berarti sangat berkuasa untuk menguasi diri. aku akan menjadi seperti yang kuinginkan dengan hanya menginginkannya. aku akan menjadi seseorang yang paling bersyukur tanpa harus menahan perihnya kekurangan. tanpa bersabar. aku akan menjadi diri sendiri tanpa harus berbohong dan menderita. kita tahu, menjadi diri sendiri hanyalah dusta. semua orang menginginkan orang lain sama sepertinya, tanpa harus repot-repot bertoleransi. dengan menjadi tuhan, maka aku akan menjadi diri sendiri sepenuhnya. aku bukan lagi manusia. semua hal yang berkaitan dengan sifat-sifat kemanusiaan ...

Dialog LXIX: In Inkscape I Stubbornly Trust

berawal dari kesadaran bahwa mendesain menggunakan produk ilegal, terutama untuk kepentingan finansial, itu tidak baik, maka saya mulai belajar mengoperasikan inkscape dan gimp. inkscape adalah software desain grafis berbasis vector, seperti corel draw. gimp dapat dikatakan padanan dari adobe photoshop. niat saya, jika saya sudah cukup mahir dan menghasilkan karya dengan software tersebut, saya akan mengajukan pelatihan grafik desain menggunakan inkscape dan gimp ke comlabs. kemudian, saya diajak teman untuk mendesain publikasi dan perlengkapan untuk kegiatan asian cmd workshop . saya manfaatkan tugas ini untuk menghasilkan karya inkscape pertama. bisakah saya? bisa. poster di atas adalah hasilnya. lebih dari itu, saya menemukan kelebihan dan kekurangan dari software ini: kelebihan: legal gratis open source btw itu dah jelas kan? ya, saya sebutkan yang jelas dulu saja. sebab bagi banyak orang, mungkin kelebihan inkscape, ya hanya itu saja. kelebihan (part2): dapat mengaplikasikan filte...

Dialog LXVIII: ***ta

[intro] d em 4x mengalun padi-harmoni. sekarang pukul 22 lewat di tanggal 22 mei. hari yang tidak begitu biasa. melewati salah satu ujian dengan relatif lebih baik (yang satunya lagi lebih buruk). mendapat nasihat dari orang nomor satu di teknik fisika angkatan 2005. pertama kalinya mengunjungi lagi tempat nongkrong yang ditinggalkan lebih dari sebulan. beli tiket untuk nonton oz box fest. makan malam di luar sendiri lagi setelah lama tidak. browsing ga jelas, mengunjungi detik.com dan menemukan blog berjudul " haruskah c***a diperjuangkan…?? " yang di post tanggal 22 mei dan sudah mendapat 22 comment. blog typical female bagiku, saya memang tak mengenal pemiliknya, namun saya rasa yang dia alami sama dengan yang dialami banyak perempuan di dunia. di blog itu, mengalun padi-harmoni. d em d em saya anggap suatu pertanda bahwa saya harus menulis tentang kata-yang-disensor-di-blog-ini, c***a. nampaknya saya tidak begitu bisa. saya mempelajari dan ...

Dialog LXVII: The Intensive Clean Up

dengan dibantu ibu dan kakak, akhirnya saya berhasil membereskan kamar dengan predikat cukup memuaskan -_-. kegiatan yang melelahkan, mencakup tata ulang, menyapu dan mengepel lantai, mengganti ranjang (kini ga ada lagi teralis di atas ranjang, sekarang saya tidur dia atas teralis itu -_-), dan lainnya. untuk semua itu, butuh hampir 4 hari intensif. selama itu, ga bisa internetan -_-. 4 hari intensif, termasuk kegiatan tidur, kuliah, baca komik, dan nonton tv -_-. belum ditambah waktu jeda antara mulai ngacak – ngacak kamar sampai mulai ‘benar – benar’ beres – beres yang kira – kira berjeda seminggu lebih. err… itu menunggu mood -_- habisnya obeng yang dipakai buat ngebongkar ranjang malah rusak. tapi ada 2 hal yang saya catat dari beres – beres kali ini. membuang kenangan bukan mengangkat barang – barang berat yang paling melelahkan, melainkan berurusan dengan dokumen – dokumen lama dan barang – barang kenangan. kamar saya sekaligus berperan sebagai gudang kenangan dan kertas – kerta...

Reactable

12 Februari 2008, Bjork, penyanyi asal Eslandia (Iceland) yang terkenal dengan musiknya yang sangat unik, menjadikan Jakarta sebagai bagian dari tur konser promo album terbarunya, “Volta”. Dalam konser tersebut, Bjork membawa serta reactable sebagai instrumen pengiring musiknya. Mungkin, itulah untuk pertamakalinya reactable digunakan di Indonesia. Reactable memang instrumen musik elektrik yang sangat baru. Mulai dikembangkan tahun 2003 di Pompeu Fabra University di kota Barcelona, reactable baru diperkenalkan pada konser publik International Computer Music Conference 2005 di kota yang sama. Video demo reactable telah ada di YouTube sejak 2006 dan Bjork mulai membuatnya semakin populer dengan menyertakannya pada konser tur promo album “Volta” pada 2007. Reactable memang sepenuhnya instrumen elektrik layaknya gitar elektrik maupun keyboard elektrik. Keunikannya adalah kemampuannya untuk menghasilkan dan menggabungkan berbagai jenis sinyal sura serta mengkonfigurasinya layaknya turntable...