Ternyata sudah tiga kali aku mendokumentasikan suasana Hari Kemerdekaan. Aneh, buatku, yang tidak begitu nasionalis, dan tidak mengimani ‘NKRI harga mati’. Namun, bertahun-tahun tidak peduli membuatku penasaran. 2 tahun lalu aku berjalan-jalan di sekitar Sukaraja dan Gunung Batu melalui gang sempit dengan umbul-umbul melintang di langitnya dan terjebak dalam pawai yang menyesakkan jalan. Pesawat-pesawatan dari tempelan kertas merayap tidak jauh dari lapang udara tempat hangar-hangar berisi pesawat betulan. Tahun lalu aku hanya menonton upacara di alun-alun kampung halaman. Barisan Korpri bubar sebelum upcara benar-benar habis. Polisi dan militer masih tegak berdiri di tengah terik langit Agustus. Ah, kupikir, makanya ASN-ASN yang tidak hormat pada kekhidmatan acara dan tidak punya tenggang rasa ini sebaiknya diganti saja dengan orang-orang barak. Hingga aku ingat kalau upacara ini adalah kebiasaan militer, sedangkan atasan ASN itu setidaknya berteduh di bawah tenda. Tahun ini aku b...
Dirapel singkat aja biar ga ngabisin waktu buat bikin tulisan yang ga akan dibaca lagi bahkan oleh sendiri. Yah, memang ada gunanya latihan nyusun kata dan pikiran dengan nulis. Namun, ada cara lain yang lebih ngaruh dan bisa barengan dengan target lain. Singkatnya, waktu itu terbatas. Soal prioritas. Dan kayaknya kamu lambat ya nyadarnya. Jadi, ngapain aja tahun ini. Sayangnya, kurang kerasa monumental. Beberapa momen tergolong "life-changing" sih. Yah, tidak sesuai ekspektasi. Ekspektasi yang terlalu ideal? Mungkin kamu baru tahu aja kalau proses itu lama kayak gini. Betul, sih. Secara umum, tahun ini aku "double-down" soal jadi programmer game. Banyak ngulik Godot dengan ngikutin game jam dan ikut pelatihan. Lalu datanglah itu peristiwa 9/11. "Caffeine Poisoning." Lol. Don't "Lol" that. Itu ngaruh ke mental, aktivitas, dan fisik. Selanjutnya, tentu saja perbaikan rumah. Selalu ada tiap tahun. Punya rumah itu mahal. Kali ini aku mau nyisip...