Minggu kemarin jalan-jalan ke Gasibu. Niatnya lihat hasil renovasi yang ngegabungin Gedung Sate dengan kawasan Gasibu. Aku ga ngerti urgensinya, tapi siapa tahu hasilnya lumayan bagus. Eh, mengecewakan. Daerah Gedung Satu dan Gasibu ternyata masih ditutup juga, sih. Bagian Gasibunya belum beres dan banyak masalah. Bisa dipahami, sih, jika ingin menyatukan Gasibu dan Gedung Sate menjadi kawasan terbuka yang luas. Namun, sepertinya ada kompensasi atas penutupan jalan depan Gedung Sate dengan membuka satu lajur mengitari Gasibu yang mengikis batas-batasnya. Karena ada pembatas, potensi salah lajur dan kejebak. Lol. Penyebrangan dari Monumen Perjuangan jadi lebih jauh, akses terbatas, dan... kenapa tidak ada yang melihat ketinggian trotoar lalu melihatnya sebagai potensi bahaya? Belum lagi keluhan masyarakat difabel yang merasakan kalau fasilitas aksesibilitasnya jelek; tanjakan kursi roda di jalur masuk dekat penyebrangan terlalu curam. Aku tidak masalah juga kalau Pemprov ingi...
our opinion doesn't matter but it confirms who we are