Skip to main content

Posts

Showing posts with the label curah

Dialog LXXVIII: MS Paint + Galau Moment = (debatable) an Art!

why did you create this? i want to. just that. and just with ms paint? well, at first i wanted to draw it by hand but sudden inspiration made want to do it with paint. you quite have patience in drawing this all almost with airbrush. i made the moon (and the text of course) with different technique, simple oval tool and some other brush. and instead of doing your tasks, you did this -_- and also made several alternative design before. this is the last piece i create, and i think the best. never thought it'll be this good. although not as good as i wanted it to be. well not bad, for first art-piece (may be) you made after you entitled with 'bachelor of technique'. -_- ok, i won't ask about the poem in it.

Dialog LXXVII: Buah Nyampah [2] Stand Up, Comedy!

hadeuh~ rasanya agak bersalah kemarin nyampah seharian padahal banyak kerjaan. semoga menuliskan sebagian sampah yang saya temukan kemarin bisa menebusnya. ga bisa -_- kerjain tugas-tugasnya! entar -_- setelah seharian menyerap banyak konten yang diproduksi orang lain, saatnya melepas sedikit konten agar tidak menumpuk di kepala. juga semoga jadi kontribusi yang bermanfaat bagi orang yang nyampah hari ini (setidaknya, sampah yang mereka temukan ini bergizi, semoga). kemarin saya menemukan dua hal yang membuat saya tertawa seharian (meski sebenarnya sedang agakgalaugalaugitude): avatar meme dan stand-up comedy. yang pertama adalah sampah betulan, tapi lucu. lucu dengan cara yang mengherankan. meme ini adalah penggunaan beberapa kalimat dari pembukaan serial animasi avatar the legend of aang versi bahasa indonesia seperti: 'tapi semua berubah saat negara api menyerang', 'hanya avatar penguasa 4 elemen yang dapat menghentikannya, atau 'tapi saat dunia membutuhkannya, ia me...

Dialog LXXV: Buah Nyampah [1] Bisnis di Revolusi

sumber: http://graphics8.nytimes.com/images/2011/03/31/world/middleeast/31yemenPicA/31yemenPicA-articleLarge.jpg saatnya menciptakan produktivitas -halusinatif- dari kegiatan menjelajah internet ga jelas... ok... anggap ini hiburan yang konstruktif (meski lebih konstruktif mengerjakan ta mu sekarang). apa yang kita temukan? artikel mengenai revolusi di yaman dari nytimes.com. tentunya dapat tautannya dari twitter. tapi ini bukan tentang tindakan represif pemerintahan, keterlibatan al qaeda, atau bla bla bla. ini tentang pedagang-pedagang yaman yang menemukan pasar baru: pemuda dan oposisi yang berdemonstrasi di jalanan. (in yemen, sit-in against the government yields business opportunities) . di pusat demonstrasi, yang seringkali jadi tempat kemping para demonstran, tentunya yang dibutuhkan adalah makanan dan atribut demo. kamu tertarik dengan oportunis yang mencari keuntungan di masa-masa sulit? iya~ sah-sah saja kan? bahkan di tengah krisis, peluang rizki selalu ada kalau jeli meliha...

bagian dua

http://xkcd.com/791/ dan seterusnya waktu terbang melesat, menjadikan kita fungsi waktu yang bergerak mendekati suatu akhir; mati. soal mati, aku jadi ingat kultum subuh di masjid al-aniyah pada tanggal 18 agustus kemarin (8 ramadhan). sebelumnya, menjelang akhir sholat subuh berjama’ah, handphone seorang jama’ah berdering dengan ringtone islami. usai sholat, penceramah kultum naik mimbar dan berkata ‘kita tidak tahu kapan kita mati, sama seperti kita tidak tahu kapan hape kita berbunyi’. penceramah melanjutkan, bahwa untungnya si pemilik handphone sudah mempersiapkan handphonenya dengan ringotone islami. karenanya, kata penceramah, kita juga harus mempersiapkan diri dengan yang amalan baik, sebelum meninggal. geli dan kagum melihat penceramah ini bisa melihat kondisi dan langsung menjadikannya bahan kultum. adalah biasa bagi penceramah untuk mengingatkan kita akan kematian. tapi aku tidak benar-benar tergerak untuk mengingat mati waktu itu. kematian siapapun. tidak juga menyangka bah...

bagian satu

http://amazingsuperpowers.com hari ini maupun kemarin bukan ulang tahunku, tapi kemarin paman, bibi, dan sepupu berpikir begitu. sampai aku pulang dan mengatakan bukan. namun ami sepupu kecilku tetap bertanya, 'a fajar ulang tahun yang ke berapa, bu?'. sekarang aku ingat. sudah lama aku tidak peduli berapa pastinya umurku; yang setiap pertambahannya dibatasi oleh hari 'ulang tahun' (disingkat, ultah). beberapa tahun terakhir aku mencoba untuk tidak mengingat hari ultahku. tidak menampilkan tanggal lahirku di situs-situs jejaring sosial dan blog. berusaha tidak mengharapkan ucapan selamat ultah dari teman. juga hampir tidak pernah mengucapkan selamat ultah kepada siapapun, khususnya lewat internet. kecuali kepada sedikit sahabat, kerabat, dan beberapa teman yang disoraki berbagai tagihan traktir karena ultah; atau teman yang tiba-tiba berbagi makanan atau traktiran memperingati ultahnya. intinya aku mencoba untuk tidak menganggap ultah sebagai sesuatu yang spesial. buka...

Sedikit Sebelum Tetes Hujan Terakhir

dan di bumi dengan orang-orang berpesta canda bodoh menggantikan kenyataan tertawalah aku ada di dalamnya menunggu hujan reda sambil menyantap gorengan di pusat kampus mencoba untuk memenuhi sumpah bahwa aku akan berganti suasana tiada di samping kalian sebentar saja hujan yang kuamati sama saja sambil bertanya-tanya benarkah c***a tiada berakhir? mengapa dia mempertanyakan c***anya? akankah sumpah-sumpah ini abadi sampai batas akhir? nah hujan telah reda saatnya beristirahat menyebut-nyebut kesalahan hari ini agar besok tak diulangi atau besoknya lagi saja

Dialog LXXII: Kunang-kunang

orang memandang dunia dengan tatapan takjub ketika kecil dan menggantinya dengan tatapan takut ketika dewasa -ibad- seorang teman berkata saat kami bercanda "basa tpb -tingkat 1- mah sagala teh asa serab, ayeuna mah da gelap weh..." lalu dia tertawa. kami tertawa. dalam kegelapan tingkat atas yang kami sebut-sebut, kami tertawa. yup, saat kita sedikit lebih muda dari saat ini, dunia itu silau. silau oleh optimisme, percaya diri, dan mimpi-mimpi. tiba-tiba sudah ada di sini. bersama teman-teman yang sebagian diam-diam dirinya terbelah antara merasa lebih sampah dari yang lain dan merasa lebih dewa dari yang lain. merasa sedikit ketakutan oleh masa depan dan masa kini yang suram. saya jadi rindu kunang-kunang. serangga yang lebih lincah dari bintang-bintang meski memiliki kelip yang sama. kelip yang kadang berwarna putih, kemerahan, atau kebiruan. iya gitu? kunang-kunang cahayanya kuning kan? ga tahu ya, seingat saya begitu. mungkin ingatan...

Dialog LXXI: This Saturday Night's Poem

dengarkan, pelajar sarungkan penamu tintanya lelah mengalir seperti matamu yang lelah oleh monitor istirahatkan pikiran, tidak untuk lengah kita tahu aku telah banyak tertidur menyesalkan orang berlari sampai jauh jika lebih diam lagi aku akan tertinggal pecundang yang berdiri sendiri belakangan kamu bersemangat suatu perasaan yang hebat dengan perasaan tersebut mungkin tidak perlu lagi cinta jalanan padat, langit bersorak orang bersenang-senang tanpa aku lalu akan tetap begitu aku bukan bagian dari mereka aku belum mandiri untuk bersenang aku masih pemuda yang butuh berjuang belum tiba menebus rindu keluarga belum tiba keniscayaan berkeluarga aku melihat lewat matamu dunia di sekitar kita bergolak hubungan terjalin dan terputus menjadi kabar yang mengarahkan aliran hidup malam yang mengurangi hidup sebagian kau buang separuh disisihkan untuk istirahat yang tak santai sesekali tutuplah penamu bukakan mata dan hati

Dialog LXX: Di Negeri Para Penc***a Keadilan

pulang malam, seperti biasa. malam yang kontras dengan siang. padatnya jalan di persimpangan diganti sepi. sepi dari pengemudi, sepi dari polisi. sepi... jalan kosong tak bertuan tanpa peraturan. adalah kisah dari lembaga yang dijadikan ujung tombak pemberantasan korupsi, kpk. ini adalah babak saat ia dikerdilkan sebagai kaum cicak, dan lawan-lawannya dimetaforakan sebagai buaya yang buas dan biasanya jahat. entah mengapa, salah satunya harus besar dan salah satunya harus kecil. besar maupun kecil, konon dua-duanya sama-sama mandul dari dulu. kaum cicak konon kaum yang suka tebang pilih dan buaya-buaya konon suka berat sebelah. hei, gimana bisa cicak nebang pohon! er... entahlah... tapi yang jelas, meski banyak cicak di rumah, tetep aja nyamuknya banyak kalo malem -_-. lalu malam yang tanpa peraturan itu ditembus begitu saja. peraturan dibuat agar aman. jika kita bisa memastikan keamanan di persimpangan, maka kita bisa menjadi hakim, atau presiden, yang memutuskan bahwa lampu merah waj...

How Can Something Life Without Becoming A God?

impian terliarku adalah menjadi tuhan. tidak penting bagaimana aku disembah. karena menjadi tuhan adalah memiliki kehendak yang tidak satupun dapat ditahan. tidak ada suara rakyat yang bisa menandingi suaraku. karenanya segala hal akan berjalan sesuai keinginanku. segala sesuatu berasal dari hukumku. semua tunduk, mungkin tanpa harus mereka tahu bahwa mereka sedang tunduk. semua hal tertuju pada aku. menjadi tuhan juga berarti sangat berkuasa untuk menguasi diri. aku akan menjadi seperti yang kuinginkan dengan hanya menginginkannya. aku akan menjadi seseorang yang paling bersyukur tanpa harus menahan perihnya kekurangan. tanpa bersabar. aku akan menjadi diri sendiri tanpa harus berbohong dan menderita. kita tahu, menjadi diri sendiri hanyalah dusta. semua orang menginginkan orang lain sama sepertinya, tanpa harus repot-repot bertoleransi. dengan menjadi tuhan, maka aku akan menjadi diri sendiri sepenuhnya. aku bukan lagi manusia. semua hal yang berkaitan dengan sifat-sifat kemanusiaan ...

Dialog LXVIII: ***ta

[intro] d em 4x mengalun padi-harmoni. sekarang pukul 22 lewat di tanggal 22 mei. hari yang tidak begitu biasa. melewati salah satu ujian dengan relatif lebih baik (yang satunya lagi lebih buruk). mendapat nasihat dari orang nomor satu di teknik fisika angkatan 2005. pertama kalinya mengunjungi lagi tempat nongkrong yang ditinggalkan lebih dari sebulan. beli tiket untuk nonton oz box fest. makan malam di luar sendiri lagi setelah lama tidak. browsing ga jelas, mengunjungi detik.com dan menemukan blog berjudul " haruskah c***a diperjuangkan…?? " yang di post tanggal 22 mei dan sudah mendapat 22 comment. blog typical female bagiku, saya memang tak mengenal pemiliknya, namun saya rasa yang dia alami sama dengan yang dialami banyak perempuan di dunia. di blog itu, mengalun padi-harmoni. d em d em saya anggap suatu pertanda bahwa saya harus menulis tentang kata-yang-disensor-di-blog-ini, c***a. nampaknya saya tidak begitu bisa. saya mempelajari dan ...

Dialog LXVI: Penutup

penutup beberapa hal masih saya risaukan terkait ketiadaan koordinator dka. tempat asisten untuk kembali bertanya dan menanyakan perihal pengalaman akan hilang. (tempat asisten untuk menanyakan sesuatu yang kebanyakan dijawab dengan: "googling dolo lah situ! males kali kau nyari sendiri!" atau sejenisnya bakal jarang ada lagi -_-) tempat asisten untuk mengadu perihal masalah – masalah dalam pekerjaan mungkin tiada lagi. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk mendamaikan konflik antar asisten :p) tidak ada yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan asisten. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk memunguti sampah berserakan di ruang asisten, mengembalikkan botol teh yang belum dikembalikan ke kerat, merapikan sepatu - sepatu yang tidak ditaruh di rak, mengoleksi karet - karet gelang yang selalu ada di ruang asisten, dll. intinya tidak ada lagi yang dianggap dan menganggap dirinya staff sarpras khusus ruang asisten ^_^') tambah lagi, saat ini asisten – asisten lama yang dit...

Dialog LXIV: Dies Decision

hari ini adalah perayaan bagi setahun keputusan festival bagi penderitaan, tarian di bawah badai aku telah berpihak pada badai, sekali lagi mengalahkan diri yang lugu mencinta mungkin memang benar, bahwa badai yang membawanya badai yang tidak diundang, mengusir bunga yang tiba-tiba jatuh badai yang tidak diundang disambut hangat tamu yang datang lebih dulu, dihiraukan si diri yang lugu menderita mencoba berdiri tegak supir yang mengantuk dalam kegelapan, membawa dua amanah yang harus disampaikan, dihujani oleh angin yang membawa mahkota-mahkota bunga menabrak pembatas jalan, tidak sampai kemana-mana sesekali bahkan melindas sosok lain sesekali melindas air mata satu tahun lain yang disesali berdiri lah dalam kehancuran di antara gelap dan terangnya fajar satu tahun tidak akan selesai maksain bikin puisi setelah lama tidak bikin tuh susah ya? ^0^ yang penting jadi! ini demi perayaan dies decision. celebration of choice. setahun bagi sebuah keputusan yang membuat karir saya di comlabs ma...