Skip to main content

Dialog LXXXVI: Lihat Renovasi Gasibu, Meh

Minggu kemarin jalan-jalan ke Gasibu. Niatnya lihat hasil renovasi yang ngegabungin Gedung Sate dengan kawasan Gasibu. Aku ga ngerti urgensinya, tapi siapa tahu hasilnya lumayan bagus. 

Eh, mengecewakan. 

Daerah Gedung Satu dan Gasibu ternyata masih ditutup juga, sih. Bagian Gasibunya belum beres dan banyak masalah.

Bisa dipahami, sih, jika ingin menyatukan Gasibu dan Gedung Sate menjadi kawasan terbuka yang luas. Namun, sepertinya ada kompensasi atas penutupan jalan depan Gedung Sate dengan membuka satu lajur mengitari Gasibu yang mengikis batas-batasnya.

Karena ada pembatas, potensi salah lajur dan kejebak. Lol.

Penyebrangan dari Monumen Perjuangan jadi lebih jauh, akses terbatas, dan... kenapa tidak ada yang melihat ketinggian trotoar lalu melihatnya sebagai potensi bahaya? Belum lagi keluhan masyarakat difabel yang merasakan kalau fasilitas aksesibilitasnya jelek; tanjakan kursi roda di jalur masuk dekat penyebrangan terlalu curam.

Aku tidak masalah juga kalau Pemprov ingin memiliki identitas visual yang seragam di tiap gerbang bangunan milik Pemprov di seluruh Jawa Barat. Paham juga warna putih gerbangnya mengikuti warna dominan gedung. Tapi, tak bisa dihindari. Bagiku kelihatannya juelek. Tak lama akan terlihat kotor, meski gampang dicat ulang.

Kalau gerbang hitam yang nempel di Gedung Sate, yang kayak Bali itu, buatku oke. Kecuali kalau ada yang bilang itu ga pantes buat bangunan Sunda.

Agak maksain juga sih, pingin balik ke 2-3 abad yang lalu sementara bangunan yang ada bergaya modern. Terjadul di Bandung saja gayanya kolonial. Yah, memang perlu ada yang memulai ide ini sih soalnya arsitektur modern makin membosankan dan terlihat sama di semua kota, di seluruh dunia.

Renovasi yang tidak urgen ini sebenarnya gak terlalu bikin marah sih. Saya cuma bisa menilai dari hasilnya saja. Dan kalau seperti tidak terencana begini sih, bikin mikir kalau uang pajaknya sia-sia.

Padahal banyak proyek Jabar yang tidak terencana dengan benar, meski desainnya benar. Masa tidak belajar? Mau bongkar Teras Cihampelas yang konsepnya salah, tapi malah bikin proyekan baru yang masih salah juga.

Namanya juga belajar. Gak bisa langsung pinter 😀. Kita lihat saja nanti kalau sudah dibuka lagi awal tahun depan.

Btw, untungnya kita jalan-jalan dulu di Monumen Perjuangan Rakyat yang rame sama orang dan pedagang. Terlepas dari masalah 'rarujit' dan budaya nyampah, even dan ruang yang menyediakan sarana bagi orang buat berkumpul di luar adalah hal yang positif.

Taman Lansia juga masih ramai. Sayangnya memang jadi banyak pedagang masuk taman. Sampah dan ke-'rujitan' gak bisa dihindari juga sih, saat ini. Namun, asal bikin orang jalan-jalan ke luar, gak apa-apa dulu lah.


































Comments

Popular posts from this blog

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LXVI: Penutup

penutup beberapa hal masih saya risaukan terkait ketiadaan koordinator dka. tempat asisten untuk kembali bertanya dan menanyakan perihal pengalaman akan hilang. (tempat asisten untuk menanyakan sesuatu yang kebanyakan dijawab dengan: "googling dolo lah situ! males kali kau nyari sendiri!" atau sejenisnya bakal jarang ada lagi -_-) tempat asisten untuk mengadu perihal masalah – masalah dalam pekerjaan mungkin tiada lagi. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk mendamaikan konflik antar asisten :p) tidak ada yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan asisten. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk memunguti sampah berserakan di ruang asisten, mengembalikkan botol teh yang belum dikembalikan ke kerat, merapikan sepatu - sepatu yang tidak ditaruh di rak, mengoleksi karet - karet gelang yang selalu ada di ruang asisten, dll. intinya tidak ada lagi yang dianggap dan menganggap dirinya staff sarpras khusus ruang asisten ^_^') tambah lagi, saat ini asisten – asisten lama yang dit...