bersamaan dengan hari yang diawali satu sinaran fajar, kumasuki duniamu. mencari tempat duduk di jiwamu. jiwamu yang unik. dengan beragam kemelut dan jaring laba serta sarang burung. aku melihat air dan api bertarung diliuk angin. entahlah. aku merasa itu cahaya. ini aku. seseorang yang mengenal dirimu. mungkin lebih dalam dari dirimu, ibu dan ayahmu, atau teman-temanmu. yah, setidaknya aku terus berusaha mengenal dirimu. mengetahui perabot antik di jiwamu. getar-getar dari dipol-dipol yang berloncatan dan mengalir di neuronmu. detak jantungmu yang kadang kencang, kadang lemah. lalu hatimu yang begitu rapuh. izinkan aku datang. melakukan apa yang aku bisa untuk saling menambah wawasan denganmu. sebab aku yakin, kamulah cahaya. seperti namamu. aku ingin mengenalmu, setidaknya lebih dalam dari sekedar tahu bahwa namamu fajar fauzi hakim. hm?
when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...
Comments