Skip to main content

Dialog XVI: I Vote a Senator Today

sudah kuduga akhirnya bakal seperti ini 'biasalah, emang gitu orangnya'. untungnya aku juga ga ikutan panas. untung juga dia emang ga marahan spesifik ke gw. ok, it's all done. despite of whatever to believe. katanya dwi emang lagi stress or so...

untung kamu juga ga jadi rencana cutinya ^_^ dapet coklat pula.

coklat 2600an fonnut. kirain silverquin

yee... ga bersukur tuh.

hehe emang sih ngerasa ga pantas juga dapetnya. kata mas haris, rabu kemaren tu memang kasus spesial karena absennya operator bikin kecewa berat operator lain. katanya mirip kasus waktu dulu dia jadi bolos kuliah. trauma kali ya? sekarang yang jadi masalah eki ma igor tapi apa mungkin ini cuma operator yang ngegantiin aja lagi stress or so...

nggak usah dipikirin ^_^. let yourself work lighthearted. kamu bilang gitu kan ke anu ma dira. everyday is holiday if you work with fun.

aku juga bilang, feeling fun in work is difficult. masa diancem ga lulus bisa fun <_<.

emang sih ^_^ hehe... btw, milih sapa pemilu senator?

agak berat sih, tadinya malah ga bakal milih.

yup ini malah aneh, dengan mendukung satu calon senator berarti mendukung kemahasiswaan itb secara ga langsung. dan secara ga langsung kamu bakal ngedukung presiden. n secara ga langsung, harusnya kamu ga golput kemaren <_<.

pemilu presiden kan milih presiden, berarti harus tanggung jawab ngedukung presiden langsung. kalo senator kan masih temen gw juga, trus sekarang lagi mo deketin himpunan nih. jadi bisalah bantu-bantu. demikian alibi dari sayah ^_^

alibi!!!>_< terus, milih sapa? herwin?

hmm dia koq kayak yang gak punya terget gitu yah?

ariza?

seinget gw orangnya impulsif.

adit?

motivasinya terlalu pribadi. kayak motivasi gw kalo mo jadi presiden km ^_^.

jadi?

orang yang berterimakasih banget pas gw kasih dia lirik-lirik lagu him pas lagi masa interaksi ^_^. tapi bukan itu sih alesan aku milih dia.

hoho ^_^ i see.

Comments

Popular posts from this blog

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LXVI: Penutup

penutup beberapa hal masih saya risaukan terkait ketiadaan koordinator dka. tempat asisten untuk kembali bertanya dan menanyakan perihal pengalaman akan hilang. (tempat asisten untuk menanyakan sesuatu yang kebanyakan dijawab dengan: "googling dolo lah situ! males kali kau nyari sendiri!" atau sejenisnya bakal jarang ada lagi -_-) tempat asisten untuk mengadu perihal masalah – masalah dalam pekerjaan mungkin tiada lagi. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk mendamaikan konflik antar asisten :p) tidak ada yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan asisten. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk memunguti sampah berserakan di ruang asisten, mengembalikkan botol teh yang belum dikembalikan ke kerat, merapikan sepatu - sepatu yang tidak ditaruh di rak, mengoleksi karet - karet gelang yang selalu ada di ruang asisten, dll. intinya tidak ada lagi yang dianggap dan menganggap dirinya staff sarpras khusus ruang asisten ^_^') tambah lagi, saat ini asisten – asisten lama yang dit...