Skip to main content

Posts

Dialog LXIX: In Inkscape I Stubbornly Trust

berawal dari kesadaran bahwa mendesain menggunakan produk ilegal, terutama untuk kepentingan finansial, itu tidak baik, maka saya mulai belajar mengoperasikan inkscape dan gimp. inkscape adalah software desain grafis berbasis vector, seperti corel draw. gimp dapat dikatakan padanan dari adobe photoshop. niat saya, jika saya sudah cukup mahir dan menghasilkan karya dengan software tersebut, saya akan mengajukan pelatihan grafik desain menggunakan inkscape dan gimp ke comlabs. kemudian, saya diajak teman untuk mendesain publikasi dan perlengkapan untuk kegiatan asian cmd workshop . saya manfaatkan tugas ini untuk menghasilkan karya inkscape pertama. bisakah saya? bisa. poster di atas adalah hasilnya. lebih dari itu, saya menemukan kelebihan dan kekurangan dari software ini: kelebihan: legal gratis open source btw itu dah jelas kan? ya, saya sebutkan yang jelas dulu saja. sebab bagi banyak orang, mungkin kelebihan inkscape, ya hanya itu saja. kelebihan (part2): dapat mengaplikasikan filte...

Dialog LXVIII: ***ta

[intro] d em 4x mengalun padi-harmoni. sekarang pukul 22 lewat di tanggal 22 mei. hari yang tidak begitu biasa. melewati salah satu ujian dengan relatif lebih baik (yang satunya lagi lebih buruk). mendapat nasihat dari orang nomor satu di teknik fisika angkatan 2005. pertama kalinya mengunjungi lagi tempat nongkrong yang ditinggalkan lebih dari sebulan. beli tiket untuk nonton oz box fest. makan malam di luar sendiri lagi setelah lama tidak. browsing ga jelas, mengunjungi detik.com dan menemukan blog berjudul " haruskah c***a diperjuangkan…?? " yang di post tanggal 22 mei dan sudah mendapat 22 comment. blog typical female bagiku, saya memang tak mengenal pemiliknya, namun saya rasa yang dia alami sama dengan yang dialami banyak perempuan di dunia. di blog itu, mengalun padi-harmoni. d em d em saya anggap suatu pertanda bahwa saya harus menulis tentang kata-yang-disensor-di-blog-ini, c***a. nampaknya saya tidak begitu bisa. saya mempelajari dan ...

Dialog LXVII: The Intensive Clean Up

dengan dibantu ibu dan kakak, akhirnya saya berhasil membereskan kamar dengan predikat cukup memuaskan -_-. kegiatan yang melelahkan, mencakup tata ulang, menyapu dan mengepel lantai, mengganti ranjang (kini ga ada lagi teralis di atas ranjang, sekarang saya tidur dia atas teralis itu -_-), dan lainnya. untuk semua itu, butuh hampir 4 hari intensif. selama itu, ga bisa internetan -_-. 4 hari intensif, termasuk kegiatan tidur, kuliah, baca komik, dan nonton tv -_-. belum ditambah waktu jeda antara mulai ngacak – ngacak kamar sampai mulai ‘benar – benar’ beres – beres yang kira – kira berjeda seminggu lebih. err… itu menunggu mood -_- habisnya obeng yang dipakai buat ngebongkar ranjang malah rusak. tapi ada 2 hal yang saya catat dari beres – beres kali ini. membuang kenangan bukan mengangkat barang – barang berat yang paling melelahkan, melainkan berurusan dengan dokumen – dokumen lama dan barang – barang kenangan. kamar saya sekaligus berperan sebagai gudang kenangan dan kertas – kerta...

Reactable

12 Februari 2008, Bjork, penyanyi asal Eslandia (Iceland) yang terkenal dengan musiknya yang sangat unik, menjadikan Jakarta sebagai bagian dari tur konser promo album terbarunya, “Volta”. Dalam konser tersebut, Bjork membawa serta reactable sebagai instrumen pengiring musiknya. Mungkin, itulah untuk pertamakalinya reactable digunakan di Indonesia. Reactable memang instrumen musik elektrik yang sangat baru. Mulai dikembangkan tahun 2003 di Pompeu Fabra University di kota Barcelona, reactable baru diperkenalkan pada konser publik International Computer Music Conference 2005 di kota yang sama. Video demo reactable telah ada di YouTube sejak 2006 dan Bjork mulai membuatnya semakin populer dengan menyertakannya pada konser tur promo album “Volta” pada 2007. Reactable memang sepenuhnya instrumen elektrik layaknya gitar elektrik maupun keyboard elektrik. Keunikannya adalah kemampuannya untuk menghasilkan dan menggabungkan berbagai jenis sinyal sura serta mengkonfigurasinya layaknya turntable...

Dialog LXVI: Penutup

penutup beberapa hal masih saya risaukan terkait ketiadaan koordinator dka. tempat asisten untuk kembali bertanya dan menanyakan perihal pengalaman akan hilang. (tempat asisten untuk menanyakan sesuatu yang kebanyakan dijawab dengan: "googling dolo lah situ! males kali kau nyari sendiri!" atau sejenisnya bakal jarang ada lagi -_-) tempat asisten untuk mengadu perihal masalah – masalah dalam pekerjaan mungkin tiada lagi. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk mendamaikan konflik antar asisten :p) tidak ada yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan asisten. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk memunguti sampah berserakan di ruang asisten, mengembalikkan botol teh yang belum dikembalikan ke kerat, merapikan sepatu - sepatu yang tidak ditaruh di rak, mengoleksi karet - karet gelang yang selalu ada di ruang asisten, dll. intinya tidak ada lagi yang dianggap dan menganggap dirinya staff sarpras khusus ruang asisten ^_^') tambah lagi, saat ini asisten – asisten lama yang dit...

Dialog LXV(E): Dies Destruction, Dies Despair

lewat juga tanggal 15 maret. awal traumatis untuk setahun yang dramatis. sudahlah... orang-orang di masa lalu tidak bisa dibunuh, kalaupun diizinkan. kuat juga menahan rasa sakit selama setahun, bisa tahan beberapa tahun lagi? harus kuat dong, bentar lagi masa-masa ujian. ingat apa yang telah diraih selama setahun ini. kau banyak belajar. terutama tentang sebuah kata yang tidak dapat didefinisikan. kata yang kau anggap tabu sejak abad 21. kata yang sembunyi dan terkuaknya membuatmu menderita. kau masih hidup. kau bisa kuat. bisa ya. ga. ... but i'll try