Skip to main content

Posts

Dialog LXXV: Buah Nyampah [1] Bisnis di Revolusi

sumber: http://graphics8.nytimes.com/images/2011/03/31/world/middleeast/31yemenPicA/31yemenPicA-articleLarge.jpg saatnya menciptakan produktivitas -halusinatif- dari kegiatan menjelajah internet ga jelas... ok... anggap ini hiburan yang konstruktif (meski lebih konstruktif mengerjakan ta mu sekarang). apa yang kita temukan? artikel mengenai revolusi di yaman dari nytimes.com. tentunya dapat tautannya dari twitter. tapi ini bukan tentang tindakan represif pemerintahan, keterlibatan al qaeda, atau bla bla bla. ini tentang pedagang-pedagang yaman yang menemukan pasar baru: pemuda dan oposisi yang berdemonstrasi di jalanan. (in yemen, sit-in against the government yields business opportunities) . di pusat demonstrasi, yang seringkali jadi tempat kemping para demonstran, tentunya yang dibutuhkan adalah makanan dan atribut demo. kamu tertarik dengan oportunis yang mencari keuntungan di masa-masa sulit? iya~ sah-sah saja kan? bahkan di tengah krisis, peluang rizki selalu ada kalau jeli meliha...

Dialog LXXIV: Biar CinTA DaTAng Karena Terbiasa

source: http://www.phdcomics.com/comics/archive/phd012111s.gif aku mulai merasa tak perlu mengeluhkan akhir minggu dengan kerja. bahkan standar telah bergeser, hal paling benar yang dilakukan akhir minggu adalah: bekerja sampai puas. senang rasanya memastikan bahwa bekerja (bekerja artinya adalah mengerjakan hal yang dapat kuselesaikan sampai selesai) adalah hal yang membuatku senang. meski kadang saat telah merasa selesai dan bisa beristirahat tiba-tiba pekerjaan yang selesai itu diminta dikoreksi lagi itu sedikit menyebalkan. alah, sudahlah. kemewahan libur akhir minggu sudah bukan milik aku (kami) sejak sebelas lebih setengah tahun yang lalu. waw sudah selama itu ya? dan juga menulis di blog. sudah lama tidak kita lakukan ^_^. yup, dan inilah kemewah akhir minggu kita untuk memulai minggu selanjutnya. ngomong-ngomong agaknya libur dan tak libur tidak terasa bedanya kalau kita sedang memiliki tugas jangka panjang -_- (youknowwhat). libur akhir minggu, sebenarnya tidak mungkin hanya k...

bagian dua

http://xkcd.com/791/ dan seterusnya waktu terbang melesat, menjadikan kita fungsi waktu yang bergerak mendekati suatu akhir; mati. soal mati, aku jadi ingat kultum subuh di masjid al-aniyah pada tanggal 18 agustus kemarin (8 ramadhan). sebelumnya, menjelang akhir sholat subuh berjama’ah, handphone seorang jama’ah berdering dengan ringtone islami. usai sholat, penceramah kultum naik mimbar dan berkata ‘kita tidak tahu kapan kita mati, sama seperti kita tidak tahu kapan hape kita berbunyi’. penceramah melanjutkan, bahwa untungnya si pemilik handphone sudah mempersiapkan handphonenya dengan ringotone islami. karenanya, kata penceramah, kita juga harus mempersiapkan diri dengan yang amalan baik, sebelum meninggal. geli dan kagum melihat penceramah ini bisa melihat kondisi dan langsung menjadikannya bahan kultum. adalah biasa bagi penceramah untuk mengingatkan kita akan kematian. tapi aku tidak benar-benar tergerak untuk mengingat mati waktu itu. kematian siapapun. tidak juga menyangka bah...

bagian satu

http://amazingsuperpowers.com hari ini maupun kemarin bukan ulang tahunku, tapi kemarin paman, bibi, dan sepupu berpikir begitu. sampai aku pulang dan mengatakan bukan. namun ami sepupu kecilku tetap bertanya, 'a fajar ulang tahun yang ke berapa, bu?'. sekarang aku ingat. sudah lama aku tidak peduli berapa pastinya umurku; yang setiap pertambahannya dibatasi oleh hari 'ulang tahun' (disingkat, ultah). beberapa tahun terakhir aku mencoba untuk tidak mengingat hari ultahku. tidak menampilkan tanggal lahirku di situs-situs jejaring sosial dan blog. berusaha tidak mengharapkan ucapan selamat ultah dari teman. juga hampir tidak pernah mengucapkan selamat ultah kepada siapapun, khususnya lewat internet. kecuali kepada sedikit sahabat, kerabat, dan beberapa teman yang disoraki berbagai tagihan traktir karena ultah; atau teman yang tiba-tiba berbagi makanan atau traktiran memperingati ultahnya. intinya aku mencoba untuk tidak menganggap ultah sebagai sesuatu yang spesial. buka...

Dialog LXXIII: Traction Control

gaudeamus igitur! karenanya marilah kita bergembira! hari ini (10 april 10) wisuda di itb. cukup melihat kemacetan, orang bertoga, lalu menyadari hari ini hari wisuda. tidak perlu berkeliling kampus untuk melihat kegembiraan para wisudawan beserta keharuan keluarga mereka. kampus sepi bergembira. kontras sangat dengan yang di dalam sini. dadaku. yang telah beberapa bulan membangun ketenangan menuju wisuda yang masih lama lagi, disuntik pertanyaan: kapan giliranku? atau ingat? istilah yang kamu buat pada oktober: 'saat sebagian yang lain berada di puncak kebahagiaan, sebagian yang lain berada di palung kesedihan terdalam' ^_^ err... mungkin itu sih ada faktor lain. tapi kontrasnya suasana ini membuat kampus serasa... asing, seperti underland -_-. well kenapa tidak ikut saja bergembira bersama yang sedang hajat? iya sih, mungkin untuk wisudaan selanjutnya harus siap-siap untuk bersenang-senang -_-. untuk saat ini mungkin lebih penting untuk menuliskan yang lebih penting. tulisan ...

Sedikit Sebelum Tetes Hujan Terakhir

dan di bumi dengan orang-orang berpesta canda bodoh menggantikan kenyataan tertawalah aku ada di dalamnya menunggu hujan reda sambil menyantap gorengan di pusat kampus mencoba untuk memenuhi sumpah bahwa aku akan berganti suasana tiada di samping kalian sebentar saja hujan yang kuamati sama saja sambil bertanya-tanya benarkah c***a tiada berakhir? mengapa dia mempertanyakan c***anya? akankah sumpah-sumpah ini abadi sampai batas akhir? nah hujan telah reda saatnya beristirahat menyebut-nyebut kesalahan hari ini agar besok tak diulangi atau besoknya lagi saja

Bigband Fantasy

fany kecil sedang berjalan pada malam yang rintik di kampus bandung saat tiba-tiba tersesat di new york. hingar bingar malam. musik dan musik. brass bertarung dengan bass dan piano. bagi fany, itulah new york. fany kecil sendirian di sana, namun ia merasa senang berada di tempat yang sering dia idamkan. dia hanya mengenal tempat itu dari dongeng-dongeng teman mainnya. kini, dia mendengarnya langsung. fany kecil melewati sekumpulan anak-anak cina. dia pikir mungkin inilah chinatown atau pecinan. anak-anak cina itu diasuh oleh seorang cina tua yang penuh haru. lucu. mereka juga membawa dua orang pribumi. seorang gadis kecil dari mereka dengan suara anak kecilnya bermain di winter wonderland. gadis lugu yang suka bicara ini bisa bermain apa saja sesukanya. dia mengucapkan sesuatu pada fany kecil. selamat natal dan tahun baru, katanya. aneh, menurut fany kecil. natal kan masih dua puluh hari lagi. lelaki kurus dengan ikatan rambut yang aneh tapi menarik memimpin teman-temannya yang kemerah...