Skip to main content

Posts

Dialog LXXVIII: MS Paint + Galau Moment = (debatable) an Art!

why did you create this? i want to. just that. and just with ms paint? well, at first i wanted to draw it by hand but sudden inspiration made want to do it with paint. you quite have patience in drawing this all almost with airbrush. i made the moon (and the text of course) with different technique, simple oval tool and some other brush. and instead of doing your tasks, you did this -_- and also made several alternative design before. this is the last piece i create, and i think the best. never thought it'll be this good. although not as good as i wanted it to be. well not bad, for first art-piece (may be) you made after you entitled with 'bachelor of technique'. -_- ok, i won't ask about the poem in it.

Dialog LXXVII: Buah Nyampah [2] Stand Up, Comedy!

hadeuh~ rasanya agak bersalah kemarin nyampah seharian padahal banyak kerjaan. semoga menuliskan sebagian sampah yang saya temukan kemarin bisa menebusnya. ga bisa -_- kerjain tugas-tugasnya! entar -_- setelah seharian menyerap banyak konten yang diproduksi orang lain, saatnya melepas sedikit konten agar tidak menumpuk di kepala. juga semoga jadi kontribusi yang bermanfaat bagi orang yang nyampah hari ini (setidaknya, sampah yang mereka temukan ini bergizi, semoga). kemarin saya menemukan dua hal yang membuat saya tertawa seharian (meski sebenarnya sedang agakgalaugalaugitude): avatar meme dan stand-up comedy. yang pertama adalah sampah betulan, tapi lucu. lucu dengan cara yang mengherankan. meme ini adalah penggunaan beberapa kalimat dari pembukaan serial animasi avatar the legend of aang versi bahasa indonesia seperti: 'tapi semua berubah saat negara api menyerang', 'hanya avatar penguasa 4 elemen yang dapat menghentikannya, atau 'tapi saat dunia membutuhkannya, ia me...

Dialog LXXVI: Persatuan atau Kebenaran?

persatuan, atau kebenaran? samiri melakukan pembangkangan saat bani Israil, yang baru saja melakukan eksodus dari mesir, ditinggal pemimpin mereka, nabi Musa as. mungkin tidak perlu lagi disebutkan tentang sapi emas yang mereka buat lalu sembah, yang tentunya bukan hal yang benar. nabi Harun as berupaya mencegahnya, namun tidak berhasil. walhasil, amarah nabi Musa as terarah kepadanya yang merupakan 'second in charge' atas bani Israil. berkata Musa: “apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat? (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” Harun menjawab: “wahai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): 'kamu telah memecah antara bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku' “ (Qur'an 20:92-94) ...sejak saya membaca ayat ini sedikit lebih saksama, saya mencoba membayangkan jika berada di p...

Dialog LXXV: Buah Nyampah [1] Bisnis di Revolusi

sumber: http://graphics8.nytimes.com/images/2011/03/31/world/middleeast/31yemenPicA/31yemenPicA-articleLarge.jpg saatnya menciptakan produktivitas -halusinatif- dari kegiatan menjelajah internet ga jelas... ok... anggap ini hiburan yang konstruktif (meski lebih konstruktif mengerjakan ta mu sekarang). apa yang kita temukan? artikel mengenai revolusi di yaman dari nytimes.com. tentunya dapat tautannya dari twitter. tapi ini bukan tentang tindakan represif pemerintahan, keterlibatan al qaeda, atau bla bla bla. ini tentang pedagang-pedagang yaman yang menemukan pasar baru: pemuda dan oposisi yang berdemonstrasi di jalanan. (in yemen, sit-in against the government yields business opportunities) . di pusat demonstrasi, yang seringkali jadi tempat kemping para demonstran, tentunya yang dibutuhkan adalah makanan dan atribut demo. kamu tertarik dengan oportunis yang mencari keuntungan di masa-masa sulit? iya~ sah-sah saja kan? bahkan di tengah krisis, peluang rizki selalu ada kalau jeli meliha...

Dialog LXXIV: Biar CinTA DaTAng Karena Terbiasa

source: http://www.phdcomics.com/comics/archive/phd012111s.gif aku mulai merasa tak perlu mengeluhkan akhir minggu dengan kerja. bahkan standar telah bergeser, hal paling benar yang dilakukan akhir minggu adalah: bekerja sampai puas. senang rasanya memastikan bahwa bekerja (bekerja artinya adalah mengerjakan hal yang dapat kuselesaikan sampai selesai) adalah hal yang membuatku senang. meski kadang saat telah merasa selesai dan bisa beristirahat tiba-tiba pekerjaan yang selesai itu diminta dikoreksi lagi itu sedikit menyebalkan. alah, sudahlah. kemewahan libur akhir minggu sudah bukan milik aku (kami) sejak sebelas lebih setengah tahun yang lalu. waw sudah selama itu ya? dan juga menulis di blog. sudah lama tidak kita lakukan ^_^. yup, dan inilah kemewah akhir minggu kita untuk memulai minggu selanjutnya. ngomong-ngomong agaknya libur dan tak libur tidak terasa bedanya kalau kita sedang memiliki tugas jangka panjang -_- (youknowwhat). libur akhir minggu, sebenarnya tidak mungkin hanya k...

bagian dua

http://xkcd.com/791/ dan seterusnya waktu terbang melesat, menjadikan kita fungsi waktu yang bergerak mendekati suatu akhir; mati. soal mati, aku jadi ingat kultum subuh di masjid al-aniyah pada tanggal 18 agustus kemarin (8 ramadhan). sebelumnya, menjelang akhir sholat subuh berjama’ah, handphone seorang jama’ah berdering dengan ringtone islami. usai sholat, penceramah kultum naik mimbar dan berkata ‘kita tidak tahu kapan kita mati, sama seperti kita tidak tahu kapan hape kita berbunyi’. penceramah melanjutkan, bahwa untungnya si pemilik handphone sudah mempersiapkan handphonenya dengan ringotone islami. karenanya, kata penceramah, kita juga harus mempersiapkan diri dengan yang amalan baik, sebelum meninggal. geli dan kagum melihat penceramah ini bisa melihat kondisi dan langsung menjadikannya bahan kultum. adalah biasa bagi penceramah untuk mengingatkan kita akan kematian. tapi aku tidak benar-benar tergerak untuk mengingat mati waktu itu. kematian siapapun. tidak juga menyangka bah...

bagian satu

http://amazingsuperpowers.com hari ini maupun kemarin bukan ulang tahunku, tapi kemarin paman, bibi, dan sepupu berpikir begitu. sampai aku pulang dan mengatakan bukan. namun ami sepupu kecilku tetap bertanya, 'a fajar ulang tahun yang ke berapa, bu?'. sekarang aku ingat. sudah lama aku tidak peduli berapa pastinya umurku; yang setiap pertambahannya dibatasi oleh hari 'ulang tahun' (disingkat, ultah). beberapa tahun terakhir aku mencoba untuk tidak mengingat hari ultahku. tidak menampilkan tanggal lahirku di situs-situs jejaring sosial dan blog. berusaha tidak mengharapkan ucapan selamat ultah dari teman. juga hampir tidak pernah mengucapkan selamat ultah kepada siapapun, khususnya lewat internet. kecuali kepada sedikit sahabat, kerabat, dan beberapa teman yang disoraki berbagai tagihan traktir karena ultah; atau teman yang tiba-tiba berbagi makanan atau traktiran memperingati ultahnya. intinya aku mencoba untuk tidak menganggap ultah sebagai sesuatu yang spesial. buka...