Ternyata sudah tiga kali aku mendokumentasikan suasana Hari Kemerdekaan. Aneh, buatku, yang tidak begitu nasionalis, dan tidak mengimani ‘NKRI harga mati’. Namun, bertahun-tahun tidak peduli membuatku penasaran. 2 tahun lalu aku berjalan-jalan di sekitar Sukaraja dan Gunung Batu melalui gang sempit dengan umbul-umbul melintang di langitnya dan terjebak dalam pawai yang menyesakkan jalan. Pesawat-pesawatan dari tempelan kertas merayap tidak jauh dari lapang udara tempat hangar-hangar berisi pesawat betulan. Tahun lalu aku hanya menonton upacara di alun-alun kampung halaman. Barisan Korpri bubar sebelum upcara benar-benar habis. Polisi dan militer masih tegak berdiri di tengah terik langit Agustus. Ah, kupikir, makanya ASN-ASN yang tidak hormat pada kekhidmatan acara dan tidak punya tenggang rasa ini sebaiknya diganti saja dengan orang-orang barak. Hingga aku ingat kalau upacara ini adalah kebiasaan militer, sedangkan atasan ASN itu setidaknya berteduh di bawah tenda. Tahun ini aku b...
our opinion doesn't matter but it confirms who we are