Skip to main content

Tour De Paris Van Java: A Great Mislead



perjalanan ini
sesuatu yang tertunda
nomor track: 06
ciptaan: rindra/fadly/piyu

kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
membawa diriku melintasi tempat-tempat yang indah
membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

reff.

kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
takakan kulepaskan dekapku...karena kutahu pasti aku
merindukanmu seumur hidupku...selama-lamanya...

perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
s’kali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
meretaskan setiaku...
menafikan engkau disana
maafkan aku...
cepatku kembali...

back to reff

kutautkan hatiku....
kuikrarkan janji...
kubawa pulang diriku hanya untukmu
kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
rindu ini membakar hatiku
kuakan kembali pulang...kuakan kembali pulang...
na...na...na...
aku ingin cepat kembali...aku ingin cepat di sampingmu...

kemana angin berhembus
sesuatu yang tertunda
nomor track: 04
ciptaan: fadly

kemanapun angin berhembus menuntun langkahku
memahat takdir hidupku di sini
masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan
mengharumi kisah hidupku ini...

meski ku terbang jauh melintasi sang waktu
kemanapun angin berhembus
aku pasti akan kembali

kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan
biar tak jemu kupandangi selalu
kubiarkan semua cintamu membius jiwaku
yang memaksaku merindukan dirimu

meski langit memikatku dengan sejuta senyum
aku takkan tergoyahkan
aku pasti akan kembali
along the journey i mixed up these two identical song

here are the list of thing you have to buy before going into a journey and to prevent an unexpected 'tour':
complete map of bandung
courage to ask
good memory
canche to stop and think
a destination

Comments

Anonymous said…
ehem, ngapain kamu Fajar keliling2 bandung..?

hayoooo, ngaku aja...
NYASAR yha?
bwahahahaha...
^___^;
Anonymous said…
You write very well.

Popular posts from this blog

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LXI: Teralis

berbagai jenis dan desainnya, tujuannya untuk mencegah seseorang terjatuh dari jendela lantai dua dan melindungi rumah dari orang jahat di luar sana. sejak remaja, saya mulai membenci teralis sebab mempersulit saya untuk membuka jendela, terlebih menelonjorkan kepala untuk melihat pemandangan lebih luas dan menghirup udara pagi yang segar (kalau semalam atau subuhnya tidak ada yang bakar-bakaran). namun keluarga saya mungkin memang teralisholic. terutama semenjak rumah kami kemasukan maling, bahkan di pintu yang menuju ke bagian luar rumah dipasangi teralis. padahal di kamar saya, ada 'penjahat' yang terpenjara dibalik jeruji besi tersebut. tanpa bermaksud mempersalahkan sesuatu atau beberapa orang, saya merasa selalu ada di balik teralis. saat menyepi di taman ganesha, berlindung di sekretariat asisten comlabs, maupun di masjid, sepertinya saya membawa-bawa teralis. di kamar saya bahkan saat berbaring di atas pembaringan maka saya akan melihat langit-langit melewati teralis. s...