Skip to main content

Dialog LXXIX: Kantoran

  • masuk jam 8, ngepas (nyaris ngaret, sering ga sarapan dan/atau ga mandi)
  • setelah masuk, tunggu jam 5 sore
  • sambil menunggu, sibukkan diri di depan rekan dan atasan
  • mengerjakan tugas saat deadline, menyelesaikan setelah deadline diperpanjang
  • kalau beruntung, diajak rapat atau ngobrol soal kerjaan oleh rekan atau atasan; yang bisa dijadikan alasan jika kerjaan di komputer ga beres-beres
  • jam istirahat (12.00-13.00 atau saat sholat atau saat ke wc), bebas
  • jam pulang, segera pulang
  • sampai di rumah, tidak mengerjakan kerjaan kantor yang bisa meringankan kerjaan hari-hari selanjutnya, mengerjakan kerjaan sampingan, atau proyek pribadi karena "hari ini sudah seharian kerja, saya berhak istirahat"
  • cek facebook, twitter, webcomic, mangapanda.com, dan lainnya, atau main game
  • ulangi tiap hari sambil menunggu hari sabtu
  • kalau weekend, tidak mengerjakan kerjaan kantor yang bisa meringankan kerjaan hari-hari selanjutnya, mengerjakan kerjaan sampingan, atau proyek pribadi karena "minggu ini sudah kerja tiap hari, saya berhak istirahat" dan juga harus beberes kamar dan cuci baju
...pada dasarnya, kamu pengangguran, yang punya acara setiap senin sampai jum'at jam 8-17.

not sure i belong in this kind of life, but i'm sure everything will get better.
perhaps.

Comments

Popular posts from this blog

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LV: Coelho Calling?

when narcissus died, the goddesses of the forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears. "why do you weep?" the goddesses asked. "i weep for narcissus," the lake replied. "ah, it is no surprise that you weep for narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand." "but..... was narcissus beautiful?" the lake asked. "who better than you to know that?" the goddesses said in wonder, "after all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!" the lake was silent for some time. finally it said: "i weep for narcissus, but i never noticed that narcissus was beautiful. i weep because, each time he knelt beside my banks, i could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected." paulo coelho bukunya sudah terjual 43 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 56 bah...

Dialog LXVI: Penutup

penutup beberapa hal masih saya risaukan terkait ketiadaan koordinator dka. tempat asisten untuk kembali bertanya dan menanyakan perihal pengalaman akan hilang. (tempat asisten untuk menanyakan sesuatu yang kebanyakan dijawab dengan: "googling dolo lah situ! males kali kau nyari sendiri!" atau sejenisnya bakal jarang ada lagi -_-) tempat asisten untuk mengadu perihal masalah – masalah dalam pekerjaan mungkin tiada lagi. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk mendamaikan konflik antar asisten :p) tidak ada yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan asisten. (tidak ada yang bertanggungjawab untuk memunguti sampah berserakan di ruang asisten, mengembalikkan botol teh yang belum dikembalikan ke kerat, merapikan sepatu - sepatu yang tidak ditaruh di rak, mengoleksi karet - karet gelang yang selalu ada di ruang asisten, dll. intinya tidak ada lagi yang dianggap dan menganggap dirinya staff sarpras khusus ruang asisten ^_^') tambah lagi, saat ini asisten – asisten lama yang dit...