Skip to main content

Posts

Dialog X: Dialog of Change

aku sudah banyak ngobrol dengan banyak orang. well, termasuk aku? yah... kau dimasukkan sajah lah! ^_^ jadi, apa yang membuat dialog-dialog itu sepertinya tidak membuatmu senang? bukankah itu keinginanmu untuk dapat berhubungan dengan orang-orang? well, pada akhirnya, aku selalu takut untuk membuat link baru. mungkin aku merasa... entah kenapa... terbebani. gak rasional. tapi bukan itu yang kupikirkan. eu.... sebenarnya iya. aku ngobrol serius masalah hal yang serius dengan orang A lalu orang B. semuanya memberikan wacana ilmu dan sebagainya. tapi aku merasa gak menemukan titik temu dari pemikiran-pemikiran mereka. agar kamu hanya memikirkan satu pemikiran yang bisa kamu emban, kan? kamu tertekan dengan tugas-tugas yang dibebankan 4 fokus kamu.... hah, disebutnya 4 fokus kamu ya?^_^ kabinet km yang kini sedang dicerca... comlabs... form@t yang sedang ingin-inginnya pembaharuan... dan kuliah kamu yang ga optimal... nah, lalu kamu menjadikan pemikiran-pemikiran dari orang yang ngobrol sa...

Dialog IX : Years of Waiting

sungguh lebih pantas aku menceritakan tentang revolusi sekolah kemarin atau tentang kesibukan-kesibukanku di comlabs. atau tentang umbul-umbul serta spanduk dari km atau tentang 17 agustus. lebih pantas aku berbicara tentang oskm dan perang maya mereka dengan rektorat. namun bulan di langit malam yang dingin terlihat setelah sekian waktu. bulan sabit itu bagai langit malam yang sedang tersenyum. manis. andaikan dia seorang gadis. tabir awan kelabu terbuka. segumpal demi segumpal, kabut menyingkir dan awan menghindar dari sinarannya. namun cahaya tersebut masih terlalu beku untuk kumaknai. ada perasaan takjub sebagaimana aku melihat bulan purnama. sedangkan bunga mekar lagi. namun aku tidak seperti ibu yang tahu banyak tentang bunga. ibu bisa merawat dan memelihara bunga. namun kemampuan itu bukan yang ibu turunkan padaku. aku telah membaca maksudmu. kemukakan apa yang hendak kita utarakan. ada kenangan banyak untuk menunda pembicaraan tentang revolusi sekolah. biarlah kesibukan di coml...

Dialog VIII: In The Edge of Short Semester

banyak hal yang kuresahkan. tak mungkin banyak. pasti hanya beberapa... bisa diitung dengan jari kan? masalahnya bukan kuantitas, tapi kualitas masalahnya. oke, coba sebutin apa aja. aku ga optimal kuliah semester pendek ini. yah biasanya juga kamu ngomong gitu di akhir semester^_^. itu juga masalah. padahal belajarnya sudah lumayan lebih enak. yah... meski dosennya rada kacrut. hey dia itu dosen lo, ntar kualat lagi. iya sih... tapi tipikalnya seperti aku. ga siap ngomong tapi langsung ditumpahin. tulisan ga jelas. rada egois. bukannya mo nyalahin dosen. cuma ngomongin. iya ngerti, soalnya kalo mo nyalahin, salahin laptop kan??^_^. oke, bisa jadi, tapi dia sudah nyelamatin aku dalam berbagai kondisi. kondisi yang menyokong having fun dan kemalasanmu kan?hehehe oke, oke. dia udah banyak ngebantu kamu dalam kerja de es be. jadi intinya lo khawatir sama nilaimu kan? iya paling banter dengan kemampuanku sekarang aku dapat B atau C. tapi aku mengkhawatirkan semua sp. aku gak ngambil kidas ...

Dialog VII: Short Semester Symphony

semester pendek!!! bagaimana kabarmu?? baik. juga buruk. sudahlah, semester pendek itu untuk kebaikanmu juga... ya... dan nilaiku. juga orang tuamu. bahkan sepertinya hanya itu alasan aku kuliah... di itb. kamu tidak kelihatan seperti itu. kamu ada di itb dan ini bukan mimpi atau permainan. yah aku ada di itb dan sekarang aku paham, kenapa aku harus besyukur berada di sini. thanks to GOD and galih. hahaha... dia sangat idealis dan kritis. jalurnya berbeda dengan atasanmu yang lalu. lalu... bagaimana liburannya? liburan itu tidak pernah ada. aku bisa libur 365 hari dalam setahun. aku juga bisa mengatakan tidak libur selama 17 tahun penuh. yang ada adalah hari-hari yang bisa kau isi dengan sesuatu bermanfaat. contohnya kuliah dan sp. hehehe.... kata-katamu bagus juga. bahkan meski hanya di alam kata. ini juga berkat galih. dia banyak membuka pemikiran baru. namun ada yang inigin aku tanyakan lagi kepadanya. soal politik dan korupsi? mungkin itu karena percakapanmu dengan singa itu ya? su...

Dialog VI: Mirror

kamu menghapusnya? ya. sesuai dengan yang dia minta? kuharap. tapi dia pasti komen, lama banget ya cuma ngehapus doang. iya, padahal cuma ngehapus doang. kamu benar-benar melakukan itu untuknya? iya, mencoba mengingat keadaan yang sama saat aku menyinggung rahasia teman di radio sekolah. aku memang jarang pikir panjang jika menyinggung orang. aku selalu menyerah untuk memahami perasaan orang lain sebab itu sendiri seringkali membuatku rugi. namun kali ini aku mencoba merasakan apa yang dia rasakan. aku dapat memahaminya, bagi kamu mungkin itu bukan hal menyakitkan. bagi dia mungkin. menghapusnya bukan hal yang dapat memperbaiki, namun setidaknya mungkin aku dapat sedikit mengurangi hal buruk. menurutku itu malah hal yang baik. mungkin. tapi sebenarnya aku tidak menghapusnya. hanya menyembunyikannya. tapi cukup hebat untuk mengalah. terima kasih. hebat, seorang laki-laki lemah pendirian yang begitu saja tunduk pada kata-kata seorang gadis X-D!!! hehehehe... biar!!

Dialog V: Everything Is Going Worse

segalanya makin buruk. apanya? semester pendek? bukan, itu hanya nambah waktu belajar. juga rehabilitasi ip. rehabilitasi kan istilah bagi penghijauan. renovasi nilai. rumah^_^? revolusi harga diri. the beatles? the beatles? ‘revolution’-nya the beatles^_^. maksudku perbaikan masa depan yang lebih baik dengan memperpanjang waktu belajar dan memperbaiki nilai yang buruk. semoga menambah pemahaman. waktu liburan yang hilang? itu kabar buruknya!!! bukan hilang, tapi tercuri!!!! seed from your past time activities ^_^… that’s bad anyway!!! but nevermind it’s the consequence. meskipun udah nazar bakal shaum 21 hari kalo dapat ip kepala 3 tapi kayaknya nasakom juga. emang ga kan kuat shaum 21 hari. terbukti, seharipun gagal mulu ^_^. anyway, semester pendek bukan hal yang terlalu buruk. workshop dari him yang cuma beberapa hari? mungkin buruk sebab aku bilang ke anak-anak garut kalo workshop jadwalnya ga pasti dan mu...

Dialog IV: All Geo-Scientists are To Blame

sampan yang akan membawamu kembali kesana akan segera berangkat, itu kata temanmu. segala ujian telah berlalu. tinggal tugas-tugas dan pekerjaan yang bisa disela-selai. jangan hiraukan kekejamanmu dan segeralah naik, berlayar kesana. agar kau bisa menghilangkan rasa bersalahmu. lebih baik aku sela-selai tugas dengan pekerjaan lain. pokoknya, aku menerima segala konsekuensi yang akan terjadi, apapun yang akan ‘dia’ lakukan padaku. baiklah, terserah deh… tapi aku tahu. meski kau tidak akan kembali, kamu akan membuat sebuah ‘message in the bottle’ bukan? hehehe… oh ya apa yang kau impikan malam kemarin? aku lihat teman-temanmu ada disana dalam suasana yang lama. anehnya aku, juga kau, melihat temanmu yang di jogja itu nyesep. tidak mungkin dia merokok. apalagi dengan cara yang aneh seperti itu. aku bersyukur dia dan teman-teman yang ada di jogja selamat dari gempa. yang belum kuketahui kabarnya adalah senior-senior ku yang kuliah disana. apakah mereka selamat? apakah ugm ...