Skip to main content

Posts

Dialog LXII: Life Lesson Part 3

#4 this is how He cheers us tidak biasanya saya merasa sangat lemas. memang sih tadi pagi hanya sarapan dengan energen, tapi jarang selemas ini. sejak kuliah pagi hingga siangnya, saya mulai dihinggapi penyakit 'ngantuk di kelas'. sehabis kuliah sinyal, saya mulai sangat lemas, tapi memaksakan shalat terlebih dahulu sebelum makan siang. dan tidak ada efek yang begitu signifikan dari makan siang. akhir-akhir ini saya merasa hanya memakan makanan, tidak menyerap berkah maupun gizinya. ada tugas yang harus dikerjakan, yang tertunda sejak kemarin karena tidak mood -_-. deadline adalah pukul 4 sore (tugas dikumpul saat kuliah) dan saya sedang menyelesaikannya di faster (laboratorium komputer prodi teknik fisika) saat melihat jam dinding menunjukkan pukul setengah 4. merasa tak mungkin menyelesaikannya dengan masalah yang sedang mengganggu, saya menyerah. saya terlalu meremehkan tugas ini, 3 halaman essay dan 5 soal lainnya. saya kurang paham kenapa saya tidak mood mengerjakannya sej...

Dialog LXI: Teralis

berbagai jenis dan desainnya, tujuannya untuk mencegah seseorang terjatuh dari jendela lantai dua dan melindungi rumah dari orang jahat di luar sana. sejak remaja, saya mulai membenci teralis sebab mempersulit saya untuk membuka jendela, terlebih menelonjorkan kepala untuk melihat pemandangan lebih luas dan menghirup udara pagi yang segar (kalau semalam atau subuhnya tidak ada yang bakar-bakaran). namun keluarga saya mungkin memang teralisholic. terutama semenjak rumah kami kemasukan maling, bahkan di pintu yang menuju ke bagian luar rumah dipasangi teralis. padahal di kamar saya, ada 'penjahat' yang terpenjara dibalik jeruji besi tersebut. tanpa bermaksud mempersalahkan sesuatu atau beberapa orang, saya merasa selalu ada di balik teralis. saat menyepi di taman ganesha, berlindung di sekretariat asisten comlabs, maupun di masjid, sepertinya saya membawa-bawa teralis. di kamar saya bahkan saat berbaring di atas pembaringan maka saya akan melihat langit-langit melewati teralis. s...

Dialog LX: You Tube, I Test

kata seorang teman , blog ini membosankan, isinya hanya tulisan melulu. maka saya mencoba untuk melakukan hal umum yang ternyata hampir belum pernah saya lakukan: memasang konten dari youtube . yup, hanya untuk memuaskan generasi audiovisual. kayaknya tidak perlu dijelaskan cara memasang konten dari youtube . namun saya baru tahu kalau setidaknya ada 2 cara; memanfaatkan video bar dan posting langsung. btw karena video naif yang sebelumnya agak diprotes, saya pasang naif yang lebih bagus. hidup naif!!! btw ini settingannya dikostumisasi dari youtube-nya. pakai border, tanpa video terkait, dan warna biru. lihat juga video bar 'favorite view' di sebelah kanan. namun nampaknya jika memberatkan, video bar ini akan dicabut.

Dialog LIX: Life Lesson Part 2

#2 kalau rafi, adik sepupuku, dinasehati untuk tidak melakukan sesuatu dan diberi tahu konsekuensinya, dia selalu menjawab 'biarin'. misalnya saat ibunya bilang 'jangan nonton tivi deket-deket, ntar matanya rudak dan harus pake kacamata lho, kayak kakak' dia jawab 'biarin saya pakai kacamata mah'. bocah -_- emang enak pakai kacamata? (belum pernah juga sih, tapi katanya sih nggak enak). tapi kamu suka kan ma cowo dan cewe berkacamata? ^_^ err... masa aku suka sama cowo??? tapi emang dasar bocah kali ya, ga mikir kedepannya. gak mengkhawatirkan masa depan, hanya menginginkan kesenangan saat ini. mungkin begitulah seharusnya orang non-bocah, mengkhawatirkan konsekuensi dari apa yang diperbuatnya saat ini dan tidak fokus pada kesenangan. jadi orang non-bocah harus khawatiran terus yak?? ergh! seems right. apa aku jadi bocah aja yak? #3 sewaktu kulker (a.k.a. wisata) ke jogjakarta, saya ketinggalan rombongan yang menyebar ke pelosok jogja, memadati tempat-tempat yan...

Dialog LVIII: Chip

berawal dari rekan di buletin bits yang meminta saya untuk merangkum suatu tulisan dari majalah chip edisi 6/2003. tulisan yang ternyata memiliki tempat khusus di memori, lebih jauh lagi ia membuat saya mengenang suatu masa saat masih sering membeli majalah chip secara eceran. sejarah yang berhenti saat chip semakin mahal dan menurut teman-teman, isinya hanya iklan dan tips-tips gak penting. namun jika kalian terganggu dengan kehadiran saya berkeliaran di kampus, tidak nyaman dengan aktifitas saya di comlabs , tersakiti saat saya sibuk di form@t , sebal saat saya menolak untuk membantu karena alasan akademis, sentimen terhadap kelakuan aneh saya di sekretariat dka, muntah-muntah dengan lawakan-lawakan kering dari saya saat rapat pip , salahkan chip. dialah salah satu yang membawa saya ke sini, ke tempat saya dan anda kuliah . tahun 97-99 an, akhir tahun yang dihantui oleh y2k . musibah dunia teknologi informasi yang diramalkan akan mengguncang dunia nyata (meski nyatanya tidak terlalu...

Dialog LVII: Life Lesson Part 1

#1 adik sepupuku, rafi, ngambek karena tidak diajak ikut ke garut oleh ibunya. tentu dia tidak diajak karena hari itu dia harus sekolah. percuma ngambek saat ibunya sudah kembali. yah, namanya juga anak kecil, hal yang bagi kita mungkin kekecewaan kecil dapat dianggap sesuatu yang sangat mengesalkan. semua orang mungkin pernah seperti rafi. saya ingat saya juga pernah seperti rafi. watak itu masih berbekas, saya agak bete karena tidak bisa ikut foto bareng keluarga saat ibu dan kakak perempuanku diwisuda, terhalang suatu rapat penting di comlabs (meski nampaknya ibu lebih kecewa daripada saya). tentunya secara umum saya tidak ngambek lagi seperti waktu muda dulu. sebagai anak kecil, saya suka ngambek karena tidak diajak atau tidak bisa pergi ke suatu acara yang mengasikkan karena suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan. saya yakin, selama saya berstatus 'anak bawang', saya selalu begitu. hingga kemudian mungkin suatu pikiran menghentikannya. pikiran yang berbunyi 'yah... su...

Dialog LVI: Warming Up

bener nih posting hanya pemanasan? bagaimana kalau membuat sesuatu yang menarik... puisi misalnya. meski suasana hati sedang begitu mellow nampaknya belum begitu siap untuk benar-benar menulis. mellow karena merasa bertampang tua tapi ga dewasa? ^_^ mungkin -_- di satu sisi tampang tua ini mengatakan pada saya 'besikaplah teguh, kuat, dan wibawa, seperti orang dewasa'. tapi hati ga bisa ditipu. saat menderita, ya perih sekujur jiwa. entah kenapa bisa menderita seperti ini. entah apa yang kutakutkan. apakah ini karena harapan yang muncul saat mengejar pertanda? beberapa minggu ini kamu seperti sibuk membaca dan mencari makna dari sesuatu yang kamu anggap pertanda. sudah lelah? coba cari dulu edisi lengkap dari buku coelho yang itu. yup, mungkin di palasari ada. buku cetakan baru itu katanya memang tidak lengkap. padahal sudah khatam pas Ramadhan kemarin. btw saat ini petunjuknya adalah '12' (bagi yang memiliki infomasi menarik seputar angka 12, tolong beritahu saya). sel...